Bupati Loteng Lantik Ratusan Kepala Sekolah

Lombok Tengah, talikanews.com – Bupati Lombok Tengah (Loteng), H. L. Pathul Bahri, S.Ip. M. AP melantik dan mengambil sumpah jabatan 446 guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah.
Prosesi pelantikan dilaksanakan di Ballroom kantor bupati Loteng, Jum’at (30/01/2026).

446 kepala sekolah yang dilantik terdiri dari TK sebanyak 109, SD sebanyak 280 dan SMP sebanyak 57.

Dalam kesempatan itu L. Pathul Bahri meminta kepada kepala sekolah yang dilantik hari ini mampu memegang amanah untuk mewujudkan pendidikan Lombok Tengah yang lebih baik dan maju dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

“Kami berharap kepada para kepala sekolah yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sehingga dapat mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta
Selain itu, setiap kepala sekolah diwajibkan bekerja penuh dedikasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Karena jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas tinggi sejak hari pertama menjabat.

“Jangan ada perbedaan kasta antar sekolah, karena seluruh sekolah di Lombok Tengah memiliki kedudukan yang sama di mata pemerintah,” katanya.

Artinya lanjut Pathul, para kepala sekolah dilarang merasa kecewa atau berkecil hati jika ditempatkan di sekolah yang tidak sesuai dengan keinginan pribadi.

“Harus kedepankan marwah seorang pendidik, yakni mencerdaskan anak bangsa. Jadi kepala sekolah jangan merasa disepelekan, berdasarkan lokasi tugas, karena nilai seorang pendidik dilihat dari perubahan positif yang dibawa bagi siswanya,” ujarnya.

Untuk itu tambah Pathul, kualitas sekolah tidak ditentukan oleh letak geografis, melainkan oleh kemampuan manajerial dan inovasi kepala sekolahnya.
Jadi ia meminta setiap pejabat yang dilantik untuk membawa terobosan baru yang mampu meningkatkan daya saing sekolah masing-masing.

“Kami juga minta kepala sekolah mampu merangkul seluruh stakeholder sekolah, seperti komite, guru, dan orang tua untuk bersama-sama fokus pada capaian standar pelayanan minimal pendidikan dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di sektor pendidikan,” serunya.(TN.06)

Related Articles

Back to top button