Dampak Penutupan Ritel, Karyawan Alfarmart Geruduk Kantor Bupati Loteng

Lombok Tengah, talikanews.com – Ratusan karyawan Alfamart mendatangi kantor bupati Lombok Tengah (Loteng). Mereka memprotes kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng atas penutupan 18 gerai Alfamart, yang merupakan tempat mata pencahariannya dtengah minimnya lapangan pekerjaaan.

“Jangan tutup gerai itu lagi. Kami minta untuk dibuka kembali. Karena itu merupakan sumber pengahasilan kami untuk menghidupi keluarga,” kata koordinator aksi, Rudi Saprianto, Rabu (20/5/2026).

Apalagi lanjut Rudi, disaat sekarang ini pekerjaan sangat sulit didapatkan. Terlebih lagi mereka hanya lulusan SMA.

“Penutupan ini membuat kami (150 karyawan) telah kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Apalagi kami rata-rata hanya lulusan SMA,” ujar Rudi dihadapan Kepala Dinas (Kadis) DPMPTSP Loteng, Dalilah, S.P.

Ia juga mempersoalkan pencabutan izin secara sepihak. Menurutnya izin gerai secara resmi diterbitkan oleh DPMPTSP Loteng. Tidak hanya itu gerai juga sudah lama beroperasi dan tidak ada masalah. Lantas Pemkab datang dengan dalih gerai harus ditutup, karena telah melanggar Perda, tanpa mempertimbangkan nasib mereka semua.

“Kami minta gerai dibuka kembali. Jika tidak, silahkan Pemda untuk memberikan kami solusi agar kami tidak kehilangan pekerjaan,” tandasnya.

Sementara Kadis DPMPTSP, Dalilah, mengatakan, semua tuntutan masa aksi akan disampaikan ke Bupati. Hanya saja tambah Dalilah, untuk memberikan izin agar gerai dibuka kembali, itu tidak bisa. Karena ada Perda yang telah mengatur. Apalagi jarak antara gerai dan pasar rakyat kurang dari 1 km.

“Ada dua opsi dari kami, silahkan ubah model bisnis menjadi non minimarket atau pindah lokasinya,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button