Guru P3K Paruh Waktu Tuntut Gaji, Pathul Janji Akan Bahas di APBD-P 2026

Lombok Tengah, talikanews.com – Puluhan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3K PW) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar aksi demontrasi di Bupati Loteng, Rabu, (29/04/2026). Tuntutanya yakni kenaikan upah dan bisa diangkat menjadi P3K penuh waktu.

“Kami hanya minta ada kesenjangan gaji. Karena gaji P3K PW di Damkar saja sebesar Rp 500 ribu, Satpol PP Rp 500 ribu. Malah gaji karyawan MBG bisa tembus hingga jutaan. Lantas kenapa kami guru yang kuliah 4 tahun hanya di gaji 200 ribu,” ungkap salah satu guru P3K PW dalam orasinya.

Sementara Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri saat menemui masa aksi mengatakan bahwa untuk persoalan gaji, pihaknya akan bahas terlebih dahulu dengan tim anggaran pemerintah daerah dan DPRD. Setelah itu baru diparipurnakan untuk ditentukan soal gaji P3K PW.

“Terkait upah 200 ribu perbulan yang dinilai terlalu rendah, memang menjadi sorotan. Tapi ini persoalan kondisi anggaran daerah,” katanya.

Pathul akui, memang dalam SK itu lupa ditaruh soal pendapatan lainnya dari guru P3K PW. Maksud pendapatan lain itu ada sertifikasi dan tunjangan lain yang didapat oleh teman-teman paruh waktu. Bahkan jumlah guru P3K Paruh Waktu sebanyak 1.500 guru dan yang sudah sertifikasi berjumlah 1.069.

“Yang belum sertifikasi ini mendapat 200 ribu, menurut teman-teman guru memang kekecilan. Tapi kami minta untuk bersabar, karena ini menyangkut kondisi keuangan daerah,” tuturnya.

Sedangkan soal pengangkatan P3K Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu, Pathul tegaskan harus melalui beberapa proses terlebih dulu. Artinya perlu didiskusikan dengan Menpan RB dan BKN.

“Kami meminta teman-teman guru paruh waktu untuk barsabar dulu. Tidak bisa serta merta bisa diangkat menjadi P3K Penuh Waktu. Harus didiskusikan dulu. Kami perlu tanyakan ke Menpan RB dan BKN. Jika bisa kenapa tidak,” tungkasnya.(TN.06)

Related Articles

Back to top button