Bongkar Dana UTD, Kejari Loteng Temukan Aliran Jasa Pelayanan ke Petinggi RSUD Praya

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri Loteng terus mendalami dugaan penyalahgunaan dana Unit Transfusi Darah (UTD) dan Insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di Lombok Tengah. Usut demi usut, muncul temuan baru yakni adanya aliran jasa pelayanan (JP) diterima para petinggi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya cukup pantastis.

Kasi Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra mengatakan untuk mengungkap, dalam mengungkap dugaan penyalah gunaan dana pengolahan UTD Loteng, harus secara keseluruhan termasuk jasa pelayanan. Karena, dana Jasa Pelayanan (JP) dengan UTD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Ketika membuka aliran dana UTD, kami juga harus mendalami aliran jasa pelayanan yang diduga dibagi-bagi di RSUD Praya karena JP itu erat kaitannya dengan UTD,” ungkap Catur, Sabtu 27 Maret 2021.

Hanya saja, Catur enggan membeberkan modus operandi dugaan penyalah gunaan dana UTD yang ada kaitan dengan aliran dana Jasa Pelayanan (JP). Ini semua lanjutnya, guna kepentingan penyelidikan lebih jauh, karena semua yang ada di RSUD Praya itu saling berkaitan dan tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi saksi yang akan di panggil untuk dimintai keterangannya.

“Yang perlu diketahui UTD dengan JP kaitannya erat meton (saudara), jadi semua yang ada di RSUD Praya saling keterkaitan. Hanya saja, ada materi yang kami belum bisa sampaikan dipublik, jadi kami mohon untuk bersabar,” pinta Catur.

Ditegaskan Catur, untuk melengkapi laporan hasil pemeriksaan, Kejari Loteng, akan kembali memanggil Direktur RSUD Praya yakni dr Muzakir Langkir dan sejumlah petinggi RSUD Praya termasuk Kepala UTD Loteng.

Untuk diketahui, pasca pemanggilan Dirut RSUD Praya dr Muzakir Langkir, sekaligus sebagai Plt Dinkes Loteng, langsung terbit Sprindik terhadap dugaan dana UTD dan Insentif Nakes. (TN-03)

Related Articles

Back to top button