Dugaan Penyalahgunaan Insentif Nakes dan UTD, dr Langkir Mangkir dari Panggilan Kejari Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Jaksa di Kejaksaan Negeri Loteng memanggil Direktur RSUD Praya, Muzakir Langkir untuk mendalami dugaan penyalahgunaan insentif tenaga kesehatan (Nakes) dan dana pengelolaan Unit Transfusi Darah (UTD). Hanya saja, dr ML mangkir dua kali dari panggilan Jaksa. Namun pemanggilan ketiga langsung dipenuhi.

Kasi Intel Kejari Loteng Catur Hidayat Putra menjelaskan sudah memanggil sejumlah petinggi RSUD Praya dan sejumlah Kepala Puskesmas untuk diminta keterangannya, terkait aduan masyarakat tersebut.

“Kita antensi laporan masyarakat agar tidak menganggap Kejari Loteng tidak menindaklanjuti setiap aduan yang masuk,” ungkap Catur, Rabu 24 Maret 2021.

Ia pun mengakui bahwa pihaknya telah tiga kali melakukan pemanggilan terhadap Plt Dinkes Loteng sekaligus menjabat dirut RSUD Praya Loteng dr. ML. Namun pada pemanggilan pertama dan kedua dr. ML mangkir dari panggilan.

“Khusus untuk Plt Dinkes Loteng dr. ML Kita sudah panggil dua kali tetapi tidak bisa hadir karena beralasan sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata dia.

Namun pada pemanggilan yang ketiga, dr. ML memenuhi undangan Jaksa untuk memberikan keterangan.

“Iya, kalau tidak hadir lagi terpaksa upaya jemput paksa. Untung saja dr. ML memenuhi undangan klarifikasi yang ketiga ini,” paparnya.

Disinggung terkait dengan hasil pemanggilan Plt Dinkes Loteng Catur enggan membeberkan terlalu jauh.

“Kami masih lakukan full data dan full baket terkait insentif nakes dan UTD. Jadi, kami belum bisa sampaikan terlalu jauh,” cetus Catur

Catur sempat menyinggung kalaupun ada temuan penyalahgunaan uang negara, baik oleh siapapun, pihaknya akan mengedepankan pengembalian uang negara tersebut.

“Dalam kasus tindak pidana korupsi (tipikor) kita upayakan pengembalian kerugian uang negara, kalaupun itu nanti ditemukan dan ini berlaku untuk semua pelaku tipikor,” tutup Catur. (TN-03)

Related Articles

Back to top button