Terbongkar Dugaan Kredit Fiktif Rp 2 Miliar di BPR NTB Loteng Catut nama Oknum Anggota Polisi sebagai Nasabah

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri Lombok Tengah membeberkan hasil pemeriksaan dokumen sementara terkait dugaan kredit fiktif di tubuh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Cabang Lombok Tengah yang mencapai Rp 2 Miliar, mencatut nama sejumlah oknum polisi sebagai nasabahnya.

Kasi Pidsus Kejari Lombok Tengah, Agung Kuntowicaksono menyampaikan hasil pemeriksaan sementara terhadap BPR NTB Cabang Loteng sesuai dokumen yang didapat hasil penggeledahan di dua kantor unit cabang BPR di Batukliang dan Praya. Alhasil, kuat dugaan nasabahnya mencatut oknum polisi.
“Iya ada nama-nama anggota Polisi yang digunakan sebagai peminjam kredit dan tersebar di NTB,” ungkap Agung, Kamis 08 Oktober 2020.

Agung mengatakan, untuk memperlancar proses pemeriksaan terhadap adanya dugaan kasus keridit fiktif itu, pihaknya tengah meminta auditor untuk mengaudit dana pinjaman yang ada di BPR NTB Loteng.

“Saat ini kami masih fokus persiapan permintaan audit dan kita sedang cari auditor mana yang kerja cepat,” kata dia.

Disinggung besaran pinjaman fiktif dan nama oknum anggota polisi yang dicatut sebagai nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Loteng? Agung enggan menyebutkan beralasan masih mengumpulkan nama-nama sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait hal itu, Kepala Divisi SDM BPR NTB Loteng, Ibrahim yang dikonfirmasi terkait dugan keridit fiktif itu, enggan memberikan keterangan. Bahkan, wartawan media ini berusaha menemui Direktur BPR NTB Loteng namun sedang tidak berada ditempat.

“Saat ini pimpinan kami tidak ada di kantor, sedang rapat di Biro Ekonomi Provinsi NTB dan saya tidak berani berikan nomor kontak sebelum ada izin dari dia,” kata dia.

Sementara, Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho dikonfirmasi oleh wartawan via WhatsApp dan telepon, terkait adanya dugaan oknum polisi dicatut namanya sebagai nasabah kredit fiktif BPR NTB Loteng, belum memberikan jawaban. (TN-red)

Related Articles

Back to top button