Gubernur NTB Temui Annisa, Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente Bima

Bima, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah terbang ke Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Selasa pagi, 06 Oktober 2020, untuk menemui Annisa, bocah pengidap penyakit Sindrom selaput Otak sehingga membuat badan kering dan kurus.

Setiba disana, sapaan Dr Zul itu langsung melihat kondisi Annisa dan bertemu keluarga. “Selama ini ananda Annisa tak terdeteksi karena orang tua nya sering berpindah-pindah. Dengan medsos, Alhamdulillah kini semua tertangani dengan baik. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Bima dan Dinas Sosial Pemprov yang luar biasa cepat merespon kondisi Annisa. “Terima kasih juga kepada Pak Bupati yang segera membawa ananda Annisa ke Rumah Sakit,” ucapnya.

Dr Zul mengatakan, Media sosial memang merubah banyak hal dalam kehidupan. “Medsos itu, kalau digunakan dengan baik dan bijak akan sangat bermanfaat untuk kemaslahatan bersama,” kata dia.

Sebelumnya, Bocah bernama Annisa (9) Putri pasangan Andriawan- Nita Irfani langsung di datangi pekerja sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima atas arahan Dinas Sosial Provinsi NTB untuk memberikan bantuan tahap awal berupa stimulan melalui rekening keluarganya, untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik.

Khalik menyebutkan, uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa. Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Berdasarkan assesmen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012. Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat. Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementara waktu,” harapnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button