Akui Kualitas Beras Sembako untuk Kaum Disabilitas Kurang Bagus, Dinsos NTB Tarik dan Ganti

Mataram, Talikanews.com – Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengakui bahwa kualitas beras dalam Sembako yang disalurkan ke para Disabilitas itu kurang bagus. Namun akan ditarik kemudian diganti dengan kualitas lebih bagus dan sudah di informasikan ke ketua Pertuni.
“Memang betul ada 40 paket Sembako yang disalurkan untuk para Disabilitas. Khusus Mie instan, saya tegaskan belum kadaluarsa, baru saja saya cek. Masa kadaluarsa per tanggal 24 April ini. Kalau beras memang iya kurang bagus, tapi sudah kami informasikan ke bersangkutan, akan segera diganti hari ini juga, malah panggil Ketua Pertuni untuk ambil ke Gudang,” ungkap Kepala Dinas Sosial NTB, T. Wismaningsi Drajadiah, Senin (13/04).
Wismaningsi mengaku, mungkin ini kesalahan teknis Dinas, sehingga akan menertibkan dan segera tarik bantuan sosial berupa sembako yang tidak berkualitas baik tersebut.
Karena, sesuai arahan Gubernur, paket sembako itu harus berkualitas baik atau tidak kadaluarsa.
“Ada kelalaian Dinas sehingga 40 paket sembako yang diberikan kepada Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Mataram, kualitas tidak baik. Lebih miskomunikasi lagi, stok sembako sisa tahun 2019 di distribusikan, padahal itu tidak boleh,” kata dia.
Dikatakan Wismaningsi, memang Pertuni meminta bantuan sembako untuk anggotanya. Namun pihaknya sudah informasikan bahwa stok sembako masih yang lama alias kurang baik. Tapi apapun itu, sembako yang sempat disalurkan tanggal 31 Maret tersebut, akan ditarik atau diganti lagi.
Adapu isi bantuan 40 paket Sembako yang dibagikan ke anggota Pertuni Mataram tersebut yakni Gula, Beras, Minyak Goreng dan Mie Instan dan Garam.
Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mewanti wanti dan mengingatkan pejabatnya supaya memperhatikan kualitas bahan pokok atau produk bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat.
“Apapun alasannya, bantuan makanan atau Sembako yang di berikan ke masyarakat harus berkualitas baik. Tidak kadaluarsa. Ini harus di perhatikan sekali,” tegas Rohmi. (TN-red)





