DPRD Loteng Minta Pemkab Benahi Tata Niaga Cabai

Lombok Tengah, talikanews.com – Ketua Komisi II DPRD Loteng, Ferdian Elmansyah meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membenahi tata niaga cabai ditengah lonjakan harga cabai yang terjadi dalam sebulan terakhir ini di Lombok Tengah (Loteng).
“Yang perlu dibenahi sebenarnya tata niaga cabai. Sehingga dalam hal ini peran Pemkab sangatlah penting, sehingga kejadian seperti ini tidak terus terulang setiap tahunnya,” kata yang akrab disapa Ferdi, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan ada anomali dalam persoalan cabai di Loteng. Pasalnya, data dari pemerintah daerah menyebutkan kalau stok cabai tidak ada masalah. Bahkan, bisa dikatakan melimpah.
Tapi ironisnya, stok cabai di pasaran sering kali terbatas. Kondisi tersebut kemudian memicu lonjakan harga cabai di tengah masyarakat.
“Ada anomali dalam tata niaga cabai di Loteng. Stok ada bahkan melimpah. Tapi masyarakat sering kesulitan memperoleh cabai. Kalaupun ada, harganya tinggi,” tegasnya.
Ternyata persoalannya lanjut Ferdi, stok cabai Loteng tidak langsung beredar di Loteng, justru masuk ke daerah lain terlebih dahulu. Baru kemudian didistribusikan kembali ke Loteng, sehingga wajar harganya tinggi.
“Di sinilah peran pemerintah harus ada. Misalnya, membantu permodalan petani cabai. Karena banyak petani cabai Loteng terpaksa harus menjual cabainya ke pengepul di daerah lain. Lantaran sudah mengambil modal lebih dulu ke pengepul tersebut untuk modal di awal tanam,” terangnya.
Kemudian, pemerintah kabupaten juga perlu membangun satu sistem yang bisa memastikan stok cabai tidak sampai keluar ke daerah lain. Supaya tidak mengganggu stok dalam daerah. Dalam hal ini pemerintah daerah bisa menugaskan perusahaan daerah untuk menyerap cabai petani ketika panen tiba. Stok yang ada bisa disalurkan ketika terjadi gejolak harga cabai.
“Tanpa upaya nyata dari pemerintah, persoalan gejolak harga cabai akan terus terulang setiap tahun. Maka harus ada langkah-langkah konkret untuk bisa menjawab persoalan gejolak harga cabai ini,” serunya.
Diketahui, Pemkab Loteng menerima cabai rawit merah sebanyak 1 ton yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Cabai itu pun dikirim lewat area kargo Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan diterima langsung oleh wakil bupati Loteng, Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, serta Asosiasi Champion Cabai Indonesia melalui P4S Laskar Pelangi Kabupaten Enrekang dan P4S Sidemen Kabupaten Lombok Tengah. Penyerahan dilakukan secara simbolis di lokasi distribusi, ditandai dengan penunjukan komoditas cabai oleh Wakil Bupati bersama perwakilan Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, serta pejabat terkait yang hadir.
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima pasokan cabai dari Enrekang sebanyak satu ton. Ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama Ramadan,” kata wabup.
Menurutnya, tambahan stok ini diharapkan mampu meningkatkan pasokan di pasar tradisional maupun di tingkat distributor di Lombok Tengah.
“Bertambahnya ketersediaan barang, harga cabai diharapkan berangsur turun dan kembali berada pada level yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” harapnya.(TN.06)





