Patelki Loteng akan Laporkan oknum Analis Laboratorium sebagai Vaksinator Meningitis ke Dewan Etik

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dewan Pengurus Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Cabang Lombok Tengah akan melaporkan oknum tenaga analis salah satu Laboratorium yang melakukan suntik vaksin Meningitis diduga bukan dari kalangan Perawat, ke Dewan Etik Patelki Pusat.
Ketua Dewan Pengurus Cabang Patelki Loteng, Iskan Junaidi, menyampaikan, Patelki mempunyai 170 an anggota di Kabupaten Lombok Tengah, mereka ini tidak bisa melakukan vaksinasi maupaun di bidang medis, karena bukan bidang dan profesinya berdasarkan “The Indonesian Assocation of Medical Laboratory Technologist adalah organisasi profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (Analis Kesehatan, red).
“Kami hanya bertugas dan berprofesi sebagai tenaga analisis kesehatan di Laboratorium maupun di klinik lokasi tempat kami bekerja, bukan sebagai vaksinator. Jadi, kalau ada yang melakukan hal itu, jelas sudah melanggar kode etik, sehingga perlu dilaporkan ke Dewan Kode Etik,” katanya Senin 8 Agustus 2022.
Ditegaskan Iskan, ketika ada oknum anggotanya bekerja diluar SOP dan kewenangan dalam kode etik sebagai analisis, maka pihaknya mempunyai hak menegur dan menindak tegas oknum tersebut. Sebab selain pelanggaran etik profesi juga oknum itu sudah melanggar hukum.
“DPC Patelki Lombok Tengah sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti dan informasi terkait oknum ini. Bila benar itu adalah anggota dari kami maka akan memproses laporan ke DPW Patelki Provinsi yang akan memproses sesuai etik profesi melalui dewan etik,” tegasnya.
Pendalaman ini dilakukan oleh DPC Patelki lantaran mencuatnya pemberitaan bahwa oknum tenaga analis kesehatan Laboratorium Klinik Cyto melakukan vaksinasi diduga tidak sesuai di bidangnya serta keahliannya.
Hal ini terungkap dari LSM LIDIK NTB Sahabudin, yang menduga bahwa praktek vaksinasi khususnya untuk pelayanan vaksinasi Meningitis di Laboratorium Klinik Cyto.
“Saya mempunya bukti kuat, berupa video dan foto bahwa salah seorang oknum analis Laboratorium Klinik Cyto inisial “GAH” pernah menjadi vaksinator Meningitis. Saya tahu “GAH” ini alumni Perguruan Tinggi Kesehatan di Mataram yang saya duga hanya memiliki sertifikat swab saja,” ungkapnya belum lama ini.
Banyak hal sebenarnya yang menjadi dugaan penyalahgunaan di Laboratorium Klinik Cyto seperti dugaan melakukan vaksin diluar Klinik dibeberapa travel dan yang melakukan vaksin adalah perawat dan para analis kesehatan yang tidak didampingi oleh dokter penanggung jawab.
Humas Laboratorium Klinik Cyto Lalu Debi Margadi Kusuma alias Amaq Ketujur membenarkan bahwa GAH merupakan petugas vaksin yang dilatih KKP langsung.
Debi juga membantah adanya dugaan mal praktek yang dilakukan di Klinik Laboratorium Cyto oleh salah satu petugas vaksinator.
“Mal praktek sama siapa? Ada enggak orang yang di suntik “GAH” ini mengalami kesalahan suntik? Yang disuntik aja nggak pernah komplain kenapa LSM yg sewot?,” tanya Debi
Sempat ditanya apakah “GAH” ini telah mengantongi izin atau sertifkat untuk melakukan suntik vaksin meningitis.
“Maaf kalau masalah sertifikat tukang vaksin saja tidak bisa sebarkan. Coba tanya dulu sertifikat tukang vaksin di rumah sakit dan puskesmas. Mereka punya nggak? Biar “GAH” ini juga merasa diperlakukan adil,” tutupnya (TN-03)





