Masyarakat Gili Trawangan Apresiasi dan Berterima Kasih kepada Gubernur NTB

Lombok Utara, Talikanews.com – Masyarakat Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, apresiasi tinggi dan berterima kasih kepada Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, telah mengambil langkah tepat memutus kontrak kerjasama dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI)
“Akhirnya pemerintah resmi memutus kontrak HGU PT GTI secara permanen. Sebagai masyarakat, kita layak bergembira meskipun Informasi tersebut belum secara resmi di publikasi oleh pemerintah provinsi NTB,” ungkap Sudirsah Sujanto, Sabtu 4 September 2021.
Anggota DPRD NTB Dapil Lombok Barat – Lombok Utara ini menyampaikan, informasi pemutusan kontrak PT GTI itu telah dilihat pada akun Medsos Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah (Bang Zul) dan media sejak beberapa hari terakhir.
Laman Facebook Bang Zul sapaan Gubernur NTB, menyatakan “dengan berbagai pertimbangan Satgas investasi Nasional memutuskan untuk mengakhiri dengan GTI. Untuk selanjutnya lahan yang tadi nya di kelola oleh PT GTI diserahkan kembali ke Pemda Nusa Tenggara Barat,”.
Bang Zul juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Menteri Investasi, Wakapolri, Wakil Jaksa Agung, Pimpinan KPK, BIN, BPK, dan lain lain yang tergabung dalam satgas investasi Nasional yang memutuskan persoalan GTI.
“Sekali lagi kita patut berbangga serta tak lupa mengapresiasi ikhtiar dan perjuangan bang Zul, Gubernur kita yang telah menunjukan komitmen nya mengembalikan aset daerah yang sungguh telah begitu lama terlantar di tangan investor yang tidak serius,” kata dia.
Masyarakat Gili Trawangan mungkin sebelumnya sempat meragukan bahkan menaruh curiga terhadap komitmen bang Zul. Tapi justru kesabarannya serta keterbukaannya terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak termasuk pula kecintaannya kepada rakyatnya terutama warga Gili Trawangan, akhirnya membuatnya (Dr. Zul) yakin dan tegas untuk memutus kontrak PT GTI yang terbukti merugikan daerah sekian lama itu.
“Kini kita masyarakat menunggu dan siap menyambut kebijakan gubernur terhadap pengelolaan lahan eks GTI yang jauh lebih baik dan bermanfaat bagi daerah juga rakyat. Tentu kita yakin, gubernur akan lebih bijak dalam mengelola aset daerah di Gili Trawangan tersebut, dimana selanjutnya kita kawal bersama,” ujarnya.
Diputusnya kontrak PT GTI itu lanjutnya, tentu bagi masyarakat akan semakin mudah dan sederhana dalam pengelolaannya kedepan. Sebab, gubernur berserta jajaran pemerintah provinsi NTB lebih leluasa dalam menata kembali pengelolaan aset itu.
“Kita juga berharap komitmen gubernur yang telah berjuang melepas aset tanah di Trawangan itu, di imbangi dengan keseriusan masyarakat terutama para penggarap lahan untuk secara terbuka bekerjasama dan kooperatif terhadap kebijakan baru pemerintah daerah nantinya,” pinta Politisi Partai Gerindra ini.
Kini saatnya masyarakat dan pengusaha lokal setempat membalas keberhasilan gubernur itu dengan komitmen untuk membangun kembali Gili Trawangan.
“Segala hak dan kewajiban seperti pajak dan retribusi serta pelestarian lingkungan setempat yang melekat pada warga dan pengusaha atas lahan garapan yang dikelola, sudah selayaknya di penuhi sebagai bagian dari apresiasi kepada pemerintah dan semua pihak yang telah mengembalikan aset tersebut kepada rakyat,” tegasnya.
Menurut Sudirsah, satu hal penting perlu dijaga yakni pasca pemutusan kontrak GTI ini, pastinya ada dinamika baru terhadap dunia investasi kepariwisataan di daerah khususnya di Gili Trawangan. Namun apapun kondisinya Kedepan, masyarakat tetap bersatu dan lebih gigih membangun dan mengelola tanah dan aset milik pemerintah itu.
Sudirsah meyakini bahwa masyarakat dan pengusaha lokal mampu memberdayakan diri dalam mengelola lahan garapannya. Namun, tentunya tidak boleh membatasi kehadiran investasi atau konsorsium yang tertarik menanamkan modal di kawasan tersebut sepanjang dapat saling menguntungkan.
“Kita mesti open dan welcome bagi investasi namun tetap sesuai aturan,” kata dia.
Terakhir, meski secara alami, kawasan wisata Tiga Gili merupakan satu diantara banyak syurga destinasi yang indah yang di karunia kan Tuhan di NTB. Namun tetaplah perlu di berikan sentuhan fasilitas tambahan guna mempercantik dan menambah kenyamanan para pengunjung.
Tiga Gili masih membutuhkan banyak sarana prasarana penunjang, seperti fasilitas umum laiknya sebuah resor wisata yang ideal. Di sejumlah titik Ketiga Gili masih minim penerangan jalan umum, sarana sanitasi, termasuk persoalan sampah yang belum terkelola secara sehat.
Belum lagi kebutuhan akan air bersih yang hingga hari ini belum maksimal. Disisi pulau lainnya, terdapat sejumlah titik rawan bencana banjir Rob akibat abrasi pantai yang sulit dihindari serta masih belum meratanya rabat atau aspal jalan lingkar tiga Gili sebagai penunjang kepariwisataan disana.
“Itu semua pekerjaan rumah pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang harus menjadi atensi dan prioritas utama dalam membangkitkan kembali gairah dunia pariwisata di Tiga Gili,” tutupnya.
“Bravo Bang Zul.!! Selamat kepada seluruh rakyat Gili Trawangan dan masyarakat Dua Gili lainnya,” pungkas H. Ruding, H.Rais, H.M Taufik, Acok Basok dkk. (TN-red)





