Dalami Aliran Dana UTD, Insentif Nakes dan JP, Tim Kejari Loteng Datangi RSUD Praya

Lombok Tengah, Talikanews.com – Tim Kejaksaan Negeri Loteng mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, untuk mendalami Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Unit Transfusi Darah (UTD), dugaan penyalahgunaan dana Isentif Nakes dan Jasa Pelayanan (JP).

Kasi Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra mengaku turun ke RSUD Praya karena ada kaitannya dengan aduan yang dilaporkan masyarakat yang sedang didalaminya.

“Kami datang sekaligus bersilaturahmi dengan teman – teman Nakes sekalin menanyakan beberapa hal ke pihak RSUD Praya,” ujar Catur, Kamis 8 April 2021.

Disinggung apakah ada alat bukti yang ditemukan Kejaksaan yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana UTD, Insentif Nakes dan Jasa Pelayanan. Catur enggan menanggapi pertanyaan itu dan memilih diam

“Mohon maaf nanti kalau sudah waktunya akan kita kasih tau semuanya,” singkat Catur

Terpisah Direktur RSUD Praya dr. Muzakir Langkir mengakui kedatangan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya hanya untuk mengecek alat Mikrobiologi.

“Hanya untuk mengecek fungsi alat Mikrobiologi dan langsung disambut oleh dokter,” ujar Langkir

Ia juga mengakui bahwa alat Mikrobiologi yang diperiksa tim Kejari itu saat ini sudah difungsikan dan berjalan maksimal.

“Alat itu berjalan sesuai dengan fungsinya dan sudah digunakan,” ujarnya

Apakah kedatangan pihak Kejari Loteng ke RSUD Praya ada kaitannya dengan dugaan penyalahgunaan dana Biaya Pengganti Pengolahan Darah di UTD, Insentif Nakes dan Jasa Pelayanan ?. Langkir menjawab “tidak ada,” singkat Langkir.

Untuk di ketahui saat ini Kejaksaan Negeri Lombok Tengah telah memanggil belasan orang yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Isentif Nakes dan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Unit Transfusi Darah (UTD) dan Jasa Pelayanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah juga telah mengeluarkan surat perintah Penyelidikan terhadap laporan tersebut. (TN-03)

Related Articles

Back to top button