Kerugian Banjir Bandang di Bima NTB Tembus Rp 680 Miliar

Bima, Talikanews.com – Banjir bandang yang menghantam Empat Kecamatan di Bima Nusa Tenggara Barat telah merusak sejumlah rumah warga, fasilitas umum seperti infratruktur, lahan pertanian, perikanan yang kerugian ditaksir mencapai Rp 680 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bima, Aries Munandar menyampaikan, kerugian yang di akibatkab banjir bandang itu mencapai Rp 680.569.000.000.

Dia menjelaskan, kerugian itu meliputi rumah rusak Rp 143.126.000.000, Kebinamargaan Rp 69.075.000.000. Kemudian Irigasi Rp 68.750.000.000, fasiltas Pendidikan Rp 68.750.000.000, fasilitas Kesehatan Rp 4.601.000.000.

Fasilitas Umum lainnya Rp 2.045.000.000. Selain itu, Ternak Rp 1.037.000.000, Tambak Rp 49.062.000.000, lahan Pertanian Rp 651.80.000.000 dan Air Rp 28.688.000.000.

Sebanyak 9.415 kepala keluarga, 28.208 jiwa, 8 kecamatan dan 46 desa terdampak banjir. Sedangkan yang meninggal, baru terdeteksi dua orang.

“Kerusakan yang disebab banjir, rumah terdampak banjir sebanyak 9.563 unit. Rumah rusak berat 383 unit. Rumah rusak sedang 2.199 unit. Rumah yang rusak ringan sebanyak 2.773,” kata dia, Senin 5 April 2021.

Aries menambahkan, kerusakan kebinamargaan sebanyak 13 unit, irigasi 46 unit, pendidikan 49 unit, kesehatan 29 unit, fasilitas umum lainnya 54 unit.

”Ternak sebanyak 8.240 ekor, tambak yang rusak 1112,5 hektare, lahan pertanian 441,5 hektare dan air 9.563 kepala keluarga,’’ tuturnya.

Saat ini, pihaknya telah melakukan pendistribusian bantuan tanggap darurat kepada para korban banjir. Serta membangun posko induk dan posko lapangan di tiap kecamatan dan desa.

”Kami juga sudah mendirikan tenda pengungsian dan pos kesehatan. Mendirikan dapur umum dilokasi terdampak. Kemudian membersihan lokasi dan revitalisasi infrastruktur jaringan listrik dan telekomunikasi serta menjamin ketersedian air bersih,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button