Ciptakan Toleransi, Polres Loteng Pererat Komunikasi dengan MUI dan FKUB

Lombok Tengah, Talikanews.com – Polres Lombok Tengah (Loteng), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pererat komunikasi untuk menciptakan toleransi, pasca adanya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, menyampaikan terima kasih kepada pengurus MUI, tokoh agama dan FKUB berkenan datang guna mempererat tali silaturahmi.

“Terima kasih diskusi terkait beberapa hal dalam menciptakan kondisi daerah yang aman dan nyaman tak terkecuali menyangkut kerukunan umat beragama,” ungkap AKBP Esty, Kamis 1 April 2021.

Esty mengatakan, diskusi ini digelar karena, aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Sulawesi Selatan, salah satu pelakunya warga NTB.

Menurutnya, diskusi ini digelar karena hari Jum’at sampai Minggu, ada acara keagamaan Umat Nasrani, dalam rangka wafatnya Isa Al-Masih.

“Untuk itu, dalam menciptakan toleransi umat beragama sudah sepatutnya kita saling menjaga satu sama lain,” terangnya.

Esty juga berharap, pelaksanaan ibadah puasa Ramadan kali ini tidak ada perbedaan hari memulai berpuasa antara Nahdatul Ulama dan Muhamadiyah.

Meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun pemerintah sudah mulai mengeluarkan kebijakan dengan membuka sarana ibadah, sentra ekonomi juga sudah dibuka kembali.

“Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro seiring berjalannya waktu mulai kita terapkan demi meredam penyebaran wabah Covid-19,” kata dia.

Disisi lain, kata Esty, Pemerintah juga sedang melaksanakan giat vaksinasi kepada warga. Sehingga diharapkan peran serta para alim ulama untuk membantu mensukseskan giat vaksinasi tersebut.

“Mengapa kita sangat mengharapkan peran para alim ulama, karena masyarakat lebih mendengar penyampaian dari para alim ulama ketimbang pemerintah,” ucapnya.

Terkait dengan petasan yang dapat mengganggu kekhusukan pelaksanaan ibadah dan harkamtibmas di wilayah Kabupaten Loteng, pihaknya akan segera sikapi

Sementara itu, Ketua MUI Loteng Drs. H. Minggre Hamy, mengungkapkan masalah vaksinasi yang awalnya meragukan kini sudah dapat diterima masyarakat. Bahkan MUI sudah ada yang di vaksin termasuk para Tuan Guru.

“Masalah Teroris, kami tegaskan bahwa umat Islam sangat anti terhadap kekerasan dan kerusakan. Kami juga mengecam aksi tersebut,” tegasnya.

Pihaknya berharap dalam rangka menyambut Ramadhan sekiranya aparat keamanan atau Polri bisa menjamin keamanan dan ketenangan diantaranya dengan menertibkan petasan, warung atau restoran yang buka di siang hari dan balap liar malam hari dan minuman keras di tempat – tempat tertentu.

Ketua MUI Kecamatan Pringgarata meminta kejelasan regulasi atau hukum dalam penanggulangan Covid-19.

“Kalau masalah Teroris, tolong jangan mengidentikkan dengan agama,” pesannya.

Ketua MUI Kecamatan Praya Barat, menuturkan, terkait Terorisme tidak lepas dari sejarah seperti Kahar muzakkar di Sulawesi, DI/TII di Aceh, PKI di Madiun.

“Namun kita jamin, di Loteng tidak ada indikasi terkait Teroris,” serunya.

Ketua MUI Kecamatan Pujut, juga menyampaikan, terkait pembangunan bypass dan Sirkuit Motto GP berdampak terhadap jalan raya akibat jatuhan material. Hal itu tentu berdampak pada terjadinya kecelakaan.

“Kami minta agar material yang berserakan di jalan raya agar segera dibersihkan,” pintanya.

Ia juga meminta agar Kapolres memerintahkan Kapolsek Pujut untuk bersinergi dengan pihak MUI dalam menyikapi persoalan terkini seperti aksi terorisme dan pembangunan wilayah KEK serta dampak sosialnya.

Kapolres Loteng juga menyoroti permasalahan pemulasaran jenazah Covid-19 yang banyak mendapat pertentangan dari masyarakat.

“Untuk itu, kami berharap agar para Tuan Guru memberikan pemahaman agama terkait penyelenggaraan jenazah Covid-19 agar diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button