Kejari Loteng Temukan dugaan Maladministrasi dalam Kredit Fiktif BPR NTB

Lombok Tengah, Talikanews.com – Setelah melakukan penggalian data dan keterangan saksi-saksi. Akhirnya Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menemukan dugaan Maladministrasi pada keredit fiktif di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Lombok Tenga sebesar 2.5 Miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah melalui Kasi Intel Catur Hidayat Putra mengaku telah memanggil sejumlah saksi untuk mendalami siapa saja yang ikut terlibat dalam kredit fiktif di BPR NTB Loteng.

“Hari ini (Rabu), kita juga telah memanggil salah seorang saksi inisial OB dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB,” ungkap Catur, Rabu 24 Maret 2021.

Dugaan Maladministrasi juga diperkuat Kasubsi Pidsus Kejari Loteng Koko Roby Yahya. Dia menjelaskan, belum memanggil saksi ahli dalam kasus ini, melainkan hanya saksi inisial OB dari OJK NTB. Dari hasil pemeriksaan OB, pihaknya menemukan dugaan perilaku atau perbuatan melawan hukum yakni pelanggaran administrasi.

“Dari keterangan OB, pernah melakukan pemeriksaan terhadap BPR NTB Loteng dan menemukan ada pelanggaran SOP seperti maladministrasi. Seharusnya setiap nasabah baru, yang mengajukan kredit harus disurvey ke rumahnya, tetapi di sini kita temukan tidak seperti itu,” tutur Koko.

Koko menambahkan dalam kasus keridif fikitif BPR NTB Loteng akan kembali memanggil sejumlah saksi ahli guna melengkapi hasil pemeriksaannya.

“Ini kan sudah pada tahap penyidikan, tinggal kita tetapkan tersangkanya, namun dalam hal ini, kita masih perlu mendalami lagi dengan meminta keterangan dari saksi saksi ahli,” ujar Koko

Sejuah ini lanjut Koko, pihaknya telah memangil lebih dari 20 orang saksi untuk dimintai keterangan termasuk sejumlah oknum anggota polisi yang diduga dicatut namanya sebagai nasabah. Oleh sebab itu, pihaknya optimis pengungkapan kasus keridit fiktif di BPR NTB Cabang Praya ini akan cepat terungkap.

“Kami mohon rekan rekan untuk bersabar untuk menetapkan tersangka,” tegasnya.

Sementara itu, saksi OB dari OJK NTB langsung masuk kendaraannya dan enggan memberikan komentar kepada awak media. “Mohon maaf lain kali aja,” singkatnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button