Bupati Lombok Tengah Ikut ungkap Hasil Penangkapan Jaran Rinjani

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bupati Lombok Tengah, H L Pathul Bahri bersama Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho, ungkap hasil penangkapan operasi Jaran Rinjani, selama dua pekan, di tahun 2021.

Diacara rilis hasil penangkapan Polres itu, H Lalu Fathul Bahri, mengapresiasi keberhasilan Polisi dalam penegagakan aturan, serta berharap tetap menjalin sinergitas dalam mengemban tugas menjaga kondusifitas keamanan di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi sinergitas Kapolres Loteng beserta jajarannya dalam upaya penegagakan hukum dan menjaga kondusifitas di wilayah Lombok Tengah,” ungkapnya saat mengikuti konferensi pers di Mapolres Loteng, Rabu 17 Maret 2021.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho menyampaikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) yang menjadi sasaran pengungkapan selama operasi

“Selama 14 hari operasi jaran Rinjani itu, sasaran kami Curas, Curat dan Curanmor,” kata Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho.

Esty menjelaskan, operasi yang berlangsung sejak tanggal 1-14 maret, pihaknya berhasil mengungkap salah satu kasus menonjol yaitu pencurian sepeda motor yang terekam CCTV dan sempat viral di beberapa media.

“Kita berhasil menangkap satu tersangka namun satu tersangka lain berikut barang bukti sepeda motor masih dalam proses pengejaran,” jelasnya.

Kapolres menyampaikan terkait pengungkapan kasus pada pelaksanaan Operasi Jaran Rinjani 2021 terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu dan termasuk kualitas pengungkapan itu sendiri.

Ada Sembilan kasus curanmor, Enam kasus curat dan selebihnya pencurian biasa yang berhasil diungkap. Jadi, dari kuantitas dan kualitas ada peningkatan.

Setelah ini Lanjut Esty, pihaknya akan merelease barang bukti yang berhasil diamankan sehingga nanti pasca perkara itu disidangkan, masyarakat yang merasa menjadi korban tindak pidana bisa mengambil melalui panitera Pengadilan Negeri Praya.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban tindak pidana, nanti bisa mengambil barang bukti melalui panitera PN Praya, pasca perkara tersebut sudah selesai,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button