Dewan Loteng Pertanyakan Izin usaha UD Mawar dan Dugaan Pemalsuan Identitas, Kapolres Minta Laporkan saja

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng pertanyakan sikap Pemerintah Daerah terhadap Izin usaha UD Mawar Putra yang ada di Dusun Peseng, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang. Tidak hanya itu, adanya dugaan pemalsuan identitas dilakukan pemilik perusahaan tembakau tersebut.

Salah seorang Anggota Komisi IV DPRD Loteng, H M Nasib pertanyakan ketegasan pemerintah daerah ketika ada perusahaan yang tidak mengantongi izin usaha pasti. Paling parah, terjadi dugaan pemalsuan identitas.

Politisi Partai Gerindra ini mengaku sangat bersyukur ada perusahaan yang bisa menampung puluhan pekerja, terlebih saat ini sulitnya lowongan pekerjaan di tengah pandemi covid-19. Hanya saja, tidak harus membiarkan berdiri tanpa status hukum yang jelas, karena perusahaan tembakau itu cukup besar, dan mestinya memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

Komisi IV yang membidangi kesehatan, perlindungan perempuan dan anak ini tidak ingin ada perusahaan beroperasi tanpa izin usaha jelas dari pemerintah daerah setempat. Paling parah, ada UD Nova yang memproduksi rokok merk “Pelangi” tidak mengantongi izin.

“Kami bangga dan salut adanya perusahan seperti ini, bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Tapi, harus patuh terhadap aturan juga,” ungkap Nasip, Sabtu 13 Maret 2021.

Muhammad Nasib mengaku, Komisi IV sudah turun ke lokasi perusahaan tembakau yang berdiri sejak tahun 2006 dan keberadaan pabrik rokok tersebut. Bahkan, dirinya sempat menanyakan izin Analisis Dampak Lingkungan, jawaban pemilik bahwa izin AMDAL masih proses.

“Ini cukup aneh, perusahaan sudah berdiri belasan tahun, tapi tidak kantongi izin lingkungan,” kata dia.

Temuan itu kata M Nasib, menjadi tolak ukur pemerintah daerah untuk tidakmengeluarkan izin Amdal Pabrik rokok itu. Mengingat sudah banyak keluhan masyarakat setempat yang tidak setuju dengan adanya pabrik tembakau tersebut.

Oleh sebab itu, Komisi IV meminta pemerintah daerah agar tidak tinggal diam, setidaknya memberikan teguran keras terhadap perusahan tersebut jika memang izin AMDAL belum lengkap sampai saat ini.

“Harus tegas lah dalam menyikapi persolan ini dari semua sisi, ambil sikap tegas dengan menghentikan kegiatan pabrik sampai diterbitkan izin AMDAL itu,” pintanya.

Nasib juga pertanyakan sikap Pemda juga Aparat Penegak Hukum ketika melihat adanya dugaan pemalsuan identitas yang di lakukan oleh pemilik UD. Mawar Putra.

Sudah jelas dalam KTP dan KK milik H M Suardi tempat lahirnya di Peseng. Padahal sebelumnya, secara Vulgar mantan Kades Wajageseng menyebut bahwa, H M Suardi merupakan pendatang, bukan lahir di Peseng.

“Kalau ada dugaan pemalsuan identitas, secara otomatis semua izin yang dimiliki pengusaha pabrik tembakau itu ilegal, karena cacat hukum secara administrasi,” ujarnya

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho dikonfirmasi terkait ancaman pidana jika ada dugaan pemalsuan identitas yang di lakukan oleh H M Suardi? Esty menyarankan supaya masyarakat melaporkan ke Polisi.

“Laporkan saja bro, supaya kita tau apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” tutup Kapolres. (TN-03)

Related Articles

Back to top button