Ternyata, Ada Dugaan Pemilik Pabrik Tembakau UD. Mawar Putra Menggunakan Alamat Kelahiran Palsu

Lombok Tengah, Talikanews.com – Satu persatu informasi terkait identitas perusahaan pabrik tembakau UD Mawar Putra yang berbeda di Desa Wajageseng Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, mulai terkuak.

Sebelumnya menyangkut surat izin usaha perdagangan (SIUP) UD. Mawar Putra milik H M Suardi terbongkar, tidak sesuai lokasi gudang seperti yang tertuang dalam dokumen izin. Dimana, dalam dokumen izin berada di Dusun Peseng, fakta di lapangan, berada di Dusun Eyat Nyiur, Desa Wajageseng.

Kali ini menyangkut dugaan pemalsuan identitas pemilik UD Mawar Putra itu sendiri.

Terbongkar dugaan ini setelah melaporkan Empat Ibu Rumah Tangga (IRT) karena tuduhan pengerusakan hingga mengalami kerugian Rp 4,5 juta. Namun, diputuskan oleh Pengadilan Negeri Praya, bahwa kasus Empat IRT diberhentikan karena dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak mendasar.

Yang jadi pertanyaan, siapakah H M Suardi yang telah memenjarakan empat IRT tersebut?

Media ini mencoba melakukan penelusuran, mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), tercantum nama lengkap H M Suardi, beserta Tempat dan Tanggal Lahir. Termasuk jenis kelamin juga alamat dan lain sebagainya.

Namun siapa sangka dalam KTP dan KK yang dimilikinya itu diduga terjadi perbedaan bahwa, tercantum nama H M Suardi kelahiran Peseng, 21-08-1962. Padahal H M Suardi bukan asli Peseng apalagi kelahiran Peseng.

Kepala Desa Wajagesang periode 2001-2006 yakni Lalu Muliadi menceritakan kronologis asal muasal kedatangan pengusaha pabrik tembakau itu sekitar tahun 1987.

Dimana, H M Suardi bukan lahir di Peseng, Desa Wajageseng. Namun bisa berada di Peseng berawal kenal Istrinya yang sekarang ini.

Istri dari H M Suardi saat ini dahulunya sebelum menikah, pernah membawa warga Wajageseng untuk berkerja ke Dobo, Kabupaten Kepalauan Aru, Provinsi Maluku. Di Ibu Kota Dobo inilah bertemu H M Suardi merupakan putra daerah setempat dan menikah disana kala itu. Setelah menikah, H M Suardi ikut istrinya ke Lombok sekitar tahun 1987.

“Sebelum memiliki usaha pabrik tembaku, usahanya H M Suardi menjual ikan laut seperti ikan teri. Tak lama kemudian, H M Suardi membuka usaha jual beli kayu,” tutur Lalu Muliadi, Senin 1 Maret 2021.

Lalu Muliadi menegaskan bahwa, H M Suardi, pemilik pabrik tembakau itu bukan asli Lombok dan bukan kelahiran Peseng, Desa Wajagaseng Kecamatan Kopang. Melainkan H Suardi merupakan pendatang yang membuka usaha di Lombok.

“Dia bukan asli kelahiran Peseng, Desa Wajageseng, dia pendatang yang ikut bersama istrinya ke Peseng dan saya tau betul itu,” kata Lalu Muliadi

Lalu Muliadi pun berani membuktikan bahwa H M Suardi bukan kelahiran Peseng seperti yang tertera di KTP dan KK saat ini.

“Kalau memang di KTP dan KK milik H M Suardi tercantum tempat lahir Peseng, berarti patut diduga telah melakukan pemalsuan identitas,” tegasnya.

Diperkuat lagi dari pengakuan Putra H M Suardi yang saat ini berada di Gunung Sari Sika Maumere NTT (Nusa Tenggara Timur), bernama Warmin. Ketika dikonfirmasi media ini, Warmin malah menunjukkan rasa ketidaksukaan terhadap bapaknya itu.

“Kenapa tidak sekalian tanya ke rumah Peseng saja,” pintanya dengan nada terdengar kesal.

Warmin juga mengakui bahwa H M Suwardi adalah bapak Kandungnya, namun meminta supaya tidak membahas kaitan dengan pak Haji itu (H M Suardi, red).

“Iya, dia bapak saya, tapi jangan pernah tanyakan soal dia ke saya. Tanyakan aja langsung sama dia (pak haji, red). Silahkan saja berurusan sama pak Haji itu, saya tidak ada urusan,” tegasnya dan langsung menutup telepon.

Sementara itu, Kepala Dukcapil Loteng, Baiq Anita Nindiya, ketika dikonfirmasi terkait dugaan adanya pemalsuan identitas seperti KTP dan KK yang dipegang oleh H M Suardi, pihaknya belum memberikan tanggapan sama sekali. (TN-03)

Related Articles

Back to top button