Hasil IKL Tim Kesehatan, Tidak Menemukan Pencemaran Udara di Dusun Eyat Nyiur Wajageseng

Mataram, Talikanews.com – Tim Kesling Dikes Provinsi NTB, bersama tim Kesling Kabupaten Lombok Tengah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap kondisi udara di Dusun Eyat Nyiur Desa Wajageseng Kecamatan Kopang. Khususnya di Rumah Maulida Nurbiati (8) yang saat ini mengalami lumpuh dan mengalami sesak nafas, yang dilakukan tanggal 21 dan 22 Februari 2021.

Alhasil, tim tidak menemukan adanya pencemaran udara akibat keberadaan gudang tembakau milik H M Suwardi, seperti yang ada dalam pemberitaan media massa beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, H L Hamzi Fikri menyampaikan, drajat kesehatan masyarakat di tentukan oleh empat faktor, diantaranya, Lingkungan, Perilaku, Pelayanan Kesehatan dan Keturunan.

“Faktor lingkungan merupakan faktor utama dan paling berpengaruh dalam meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat,” ungkapnya, Kamis 25 Februari 2021.

Dia menjelaskan, hari Minggu tanggal 21 Februari 2021, dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) oleh tim Kesling Dikes Provinsi NTB, Kesling Dikes Kabupaten Lombok Tengah dan Puskesmas Wajegeseng bertujuan untuk mengetahui kondisi factor resiko lingkungan khususnya pencemaran udara akibat adanya pabrik rokok disekitar rumah atau lingkungan masyarakat serta mengetahui kualitas sanitasi (jamban keluarga), sarana air bersih, tempat sampah, serta Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).

Kegiatan infeksi kesehatan lingkungan (IKL) dilaksanakan di rumah warga atas nama Maulida Nurbiati (8 tahun) tepatnya di Dusun Eyat Nyiur Desa Wajegeseng Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Adapun yang dilakukan pemeriksaan yakni kualitas udara menggunakan alat farticulat. Dimana, tahap pertama dilakukan pada Minggu 21 Februari 2021, hasilnya diangka 9 – 12 Rpm, kemudian pengukuran tahap kedua dilakukan Hari Senin 22 Februari dengan hasil yang sama yaitu 9 Rpm, yg dimana hasil 9 Rpm menurut indicator masuk kategori sangat baik.

Menurut Hamzi Fikri, dilihat dari hasil pengukuran, tidak ada dampak dari pencemaran udara. Diperkirakan yang menjadi permasalahan adalah, kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat diantaranya yaitu, terdapat kandang bebek yang lokasinya kurang dari 10 meter dari rumah warga.

Selain itu, sampah berserakan dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang tidak memenuhi syarat dan menjadi tempat berkembang biaknya vector penyakit, sehingga dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti Diare, penyakit kulit, penyakit Malaria, DBD dan Penyakit lainnya.

Hamzi Fikri memaparkan hasil IKL pada rumah warga atas nama Maulida Nurbiati sebagai berikut.

hasil IKL pada rumah warga
hasil IKL pada rumah warga

Oleh sebab itu, dirinya biharapkan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, berperilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan Buang air besar di jamban, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), tidak buang sampah sembarangan, membuat saluran pembuangan limbah, menggunakan masker dan selalu membuka ventilasi rumah setiap hari. (TN-red)

Related Articles

Back to top button