PBH Mangandar Minta Propam Polda NTB Menyelidiki Penyidik Kasus Empat IRT, Ini Pesan untuk Timwas Kejati

Mataram, Talikanews.com – Pengacara publik, Pusat Bantuan Hukum (PBH) Yan Mangandar, meminta Propam Polda NTB menyelidiki seluruh Penyidik dan Penyidik Pembantu Polres Lombok Tengah yang terlibat dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus Empat Ibu Rumah Tangga (IRT).

Tidak hanya itu, Yan Mangandar Putra meminta Propam terkait adanya dugaan pelanggaran termasuk dengan tidak diberitahukan/ditunjuk Penasehat Hukum bagi para Tersangkat Empat IRT dan tidak adanya pemberitahuan resmi akan dilakukan pelimpahan para Tersangka kepada Jaksa.

“Kami minta Propam Polda NTB menjatuhkan sanksi etik yang tegas apabila penyidik terbukti melakukan pelanggaran etik,” katanya Senin 22 Februari 2021.

Selain ke Propam, Yan Mangandar juga meminta kepada tim pengawasan Kejati NTB untuk menyelidiki Jaksa Peneliti dan Jaksa Penuntut Umum yang terlibat dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus Empat IRT terkait adanya dugaan pelanggaran.

Termasuk, tidak dilakukan proses mediasi untuk memenuhi kententuan restoratif justice, tidak adanya petunjuk kepada penyidik agar pemeriksaan para Tersangka didampingi Penasehat Hukum, tidak adanya petunjuk kepada Penyidik agar ada pemberitahuan resmi kepada para Tersangka akan dilakukan pelimpahan para Tersangka ke Jaksa.

“Kami juga minta tim pengawasan Kejati NTB menjatuhkan sanksi etik yang tegas kepada JPU yang terlibat jika terbukti,” kata dia.

Sebagai Low Office PBH, Yan Mangandar akan surati Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Kejaksaan Agung meminta supaya melakukan penyelidikan terhadap para penyidik dan JPU, yang menangani kasus Empat IRT yang dituduhkan telah melakukan pengerusakan gudang tembakau milik H M Suwardi di Dusun Eyat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. (TN-red)

Related Articles

Back to top button