Tak Ingin Jadi Bola Liar, Polisi Mengaku Tidak Pernah Melakukan Penahanan Empat IRT di Loteng

Mataram, Talikanews.com – Kepolisian Daerah (Polda) NTB angkat bicara atas viralnya kasus penahanan Empat Ibu Rumah Tangga (IRT) yang melakukan pengerusakan pabrik atau gudang tembakau di Wajageseng, Kopang Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, menegaskan, dirinya tidak ingin kasus tersebut menjadi bola liar, yang menggelinding mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kombes Pol. Artanto melalui siaran persnya, menjelaskan, pihak Polres Lombok Tengah yang menerima laporan kasus pengerusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu, telah melakukan proses hukum sesuai prosedur.

“Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi kedua belah pihak untuk penyelesaiannya, namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ungkapnya.

“Selama proses penyidikan dan penyelidikan, Polisi tidak melakukan penahanan,” tegasnya.

Setelah melalui proses, pihak Polres Lombok Tengah melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21(Lengkap) berkas tersebut diserahkan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng.

Malah lanjutnya, kasus IRT di wilayah hukum Polres Lombok Tengah, yang berujung penahanan bersama dua anak di bawah umur lima tahun (balita) menjadi atensi Polda NTB.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” kata dia.

Disinggung pengakuan pelapor yakni H Suwardi yang merupakan pemilik UD Mawar Putra bahwa, yang dilaporkan hanya 1 orang, namun kaget empat orang ditahan? Kombes Artanto tetap berpegang, dalam narasi Polri tidak menahan IRT selama proses penyidikan. Pelaku yang melakukan perusakan terbukti empat orang.

Apa pertimbangan penyidik terhadap kasus itu sehingga proses penyelidikan dan penyidikan bterkesan maraton menetapkan serta melimpahkan berkas ke Kejaksaan? Yang jelas lanjut Artanto, sebelumnya sudah dilakukan lebih dua kali proses mediasi oleh polisi namun tidak ada titik temu antara keduabelah pihak. (TN-red)

Related Articles

Back to top button