Gegara Empat IRT Dipenjara, Petugas Kesehatan NTB Turun Cek Masyarakat Dusun Eyat Nyiur

Lombok Tengah, Talikanews.com – Beberapa hari terakhir, viral Empat Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Dua Balita dipenjara lantaran dituduh merusak gudang tembakau milik H M Suwardi. Perusakan karena telah menimbulkan bau menyengat disinyalir mencemarkan volusi.

Hal itu membuat petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB turun ke Dusun Eyat Nyiur, Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Untuk melakukan cek kesehatan masyarakat, Sabtu 21 Februari 2021.

Pantauan media ini, selain cek kesehatan masyarakat, petugas kesehatan juga cek kualitas udara yang di sebabkan volusi pabrik tembakau itu.

Kabid P3KL Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Oka Wiguna mengatakan kedatang tim gabungan kesehata ke dusun ini setelah pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada anak yang rumahnya berada di belakang pabrik tembakau atas nama Maulida Nurbaiti (8) yang masih duduk di bangku kelas 1 Madrasah Ibtidayah, lumpuh dan tidak bisa bisa berdiri sama sekali.

“Kami sudah temui anak itu dan ternyata benar dia sakit sejak dua bulan lalu dan mengalami kelumpuhan, namun kita belum tahu apa penyebab sakit hingga terjadi kelumpuhan,” ujar Oka Wiguna saat di temui di lokasi lingkar Pabrik Tembakau. Minggu 21 Februari 2021.

Ia juga menambahkan bahwa dari hasil pengetesan kondisi kualitas udara di belakang pabrik, bahwa kualitas udara masih dalam kondisi normal di angka 37 RPM berdasarkan alat yang digunakan.

“Ia kualitas udara masih normal jika di lihat dari hasil pemeriksaan hari ini, tetapi mungkin karena faktor cuaca yang masih dingin karena baru tutun hujan sehingga menyebabkan kualitas udara masih baik,” ujarnya

Oleh sebab itu pihaknya akan kembali turun besok pagi untuk melakukan pengecekan kualitas udara sekaligus melakukan pengecekan kesehatan terhadap semua masyarakat yang ada di dusun ini.

“Hari ini kami hanya memeriksa beberapa orang saja, jadi besok pagi kami kembali akan turun sekaligus mengecek kualitas udara,” paparnya

Ia juga mengatakan bahwa kedatangannya bersama tim gabungan ke Dusun Eyat Nyiur Desa Wajagesang Kecamatan Kopang bukan lantaran viralnya kasus Empat IRT yang di tahan di Rutan Kelas IIB Praya.

“Kedatangan kami kemari tidak ada kaitanya dengan viralnya kasus empat IRT yang ditahan lantaran dugan pelemparan itu, tetapi ini murni karena kesehatan masyarakat,” ujarnya

Sementara Jumenah nenek dari Maulida Nurbaiti mengatakan sebelum Nurbaiti lumpuh terlebih dahulu cucunya itu mengalami sesak napas, sakit tenggorokan dan sakit dada, selang beberapa hari cucunya langsung lemas dan tidak bisa berdiri.

“Saya terharu melihat keadaan cucu saya yang semakin hari kondisi kesehatannya semakin tidak membaik, di tambah lagi ibunya di penjara,” tutup Jumenah sambil mengeluarkan air mata melihat konidiai cucunya yang terbaring lemas. (TN-03)

Related Articles

Back to top button