Sembunyikan Shabu di Dubur, Gadis Batam dan Mahasiswa Ini Ditangkap di Bandara Lombok

Mataram, Talikanews.com – Gadis asal Batam inisial MM (22) dan Pria kelahiran Padang inisial P (27) ditangkap tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Bandara Internasional Lombok, Kamis 11 Februari 2021 sekitar pukul 15.30 Wita di Terminal kedatangan domestik. Lantaran kedapatan membawa Shabu seberat 387,95 gram.

Pelaku MM kelahiran Sibolga, tahun1999 merupakan warga Kavling Kamboja Batu Aji Blok CC/12 Saguling, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan P, ini kelahiran Padang tahun 1994, merupakan Mahasiswa, warga Perum Marina Green Blok F No. 39 RT 005 RW 18 Desa Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Kedua pelaku diamankan berserta barang bukti diduga Narkotika Golongan 1 jenis Metamfetamin yang biasa disebut Shabu sebanyak 387,95 gram,” ungkap Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Drs. Gede Sugianyar Dwi Putra, Rabu 17 Februari 2021.

Brigjen Pol Gede Sugianyar menuturkan kronologis penangkapan, Kamis, 11 Februari 2021, di Terminal Kedatangan Domestik Bandar, berdasarkan informasi dari masyarakat, petugas BNNP NTB bekerjasama dengan pihak AVSEC, KP3, KKP dan BC Mataram, berhasil menangkap dan geledah P dan MM, penumpang pesawat Lion Air dari Padang menuju Lombok transit Jakarta.

Kedua tersangka ini diduga membawa Narkotika Golongan 1 jenis Metamfetamin modus memasukan dalam dubur atau Roket. Awalnya dicurigai, kemudian di interogasi petugas langsung penggeledahan. Akhirnya P mengaku membawa Narkotika jenis Shabu yang disembunyikan didalam dubur, dikeluarkan berupa kapsul besar dan kecil dengan jumlah 2 (dua) buah paket, dibungkus kondom

Setelah itu, tim Berantas melakukan interogasi saudari MM, didapati Shabu didalam duburnya. ” Kedua tersangka mengaku disuruh mengambil Shabu di Padang oleh seseorang. Yang menyuruh itu masih pendalaman,” kata dia.

Saat ini, kedua orang itu bersama BB dibawa ke Kantor BNNP NTB guna proses penyelidikan dan atau penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatan MM dan P, telah melanggar pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, ancaman pidana maksimal hukuman Mati, minimal 5 tahun penjara dan Denda maksimal Rp 10 Miliar, Minimal Rp 1 Miliar.

Brigjen Pol Gede Sugianyar menambahkan, jika BB Shabu itu diuangkan senilai Rp. 775,9 Juta dengan harga rata-rata 2 Juta per gram di NTB. Kemudian, diasumsikan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 12 orang penyalahguna coba pakai maka, pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 4.655 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba.

Brigjen Pol Gede Sugianyar menegaskan sedang konsentrasi melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, dan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika, terbukti para bandar memanfaatkan situasi ini dengan melakukan transaksi narkoba.

“Saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dia meminta seluruh masyarakat, apabila terdapat aktifitas yang mencurigakan seperti kegiatan transaksi jual beli Narkotika ataupun mungkin produksi jangan ragu segera menghubungi/melaporkan ke aparat terdekat baik kepada kepolisian, BNN melalui Telpon,sms,WhatsApp 085238944442 maupun aparat terkait lainnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button