Satpol PP NTB Mendalami Pelanggaran ProKes Covid-19 Pejabat yang Mandi di Kolam

Mataram, Talikanews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Barat sedang mendalami dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 terkait kegiatan Gubernur, Dr Zulkieflimansyah dan beberapa Kepala OPD mandi disalah satu Kolam di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Kasatpol PP Provinsi NTB, Tri Budi Prayitno mengaku sedang mendalami unsur dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 oleh Gubernur dan para Kepala OPD saat mandi di Kolam.

Hal itu dilakukan karena ada kaitan yang tertuang dalam perturan daerah nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular sudah jelas tertuang pasal-pasal unsur pelanggaran.

“Kami masih berkoordinasi terkait langkah yang akan di ambil,” ungkapnya, Senin 1 Februari 2021.

Tri Budi mengaku, belum melayangkan teguran lisan, teguran tertulis, apalagi denda terhadap pejabat yang mandi di kolam itu disebabkan, masih pendalaman.

Kepala OPD Lingkup Pemrov NTB bersama Gubernur, saat berenang di salah satu kolam renang di Lombok Utara
Kepala OPD Lingkup Pemrov NTB bersama Gubernur, saat berenang di salah satu kolam renang di Lombok Utara

Dia juga memaparkan jumlah pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 sejak ditetapkan Perda nomor 7 tahun 2020 tertanggal 14 September 2020, sebanyak 20.656 pelanggar.

“Terhadap pelanggar sanksi denda sebanyak 3.452 orang, mereka langsung bayar langsung ke Bapenda. Kalau di rata-rata Rp 100 ribu, tinggal di kalikan saja,” kata dia.

Dari total 20.656 pelanggar itu, sebanyak 312 dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, yang melakukan pembayaran denda sebanyak 141 orang, dengan nominal Rp 200 ribu setiap pelanggar. Sedangkan sisanya, diberikan sanksi sosial yakni membersihkan jalan dan lapangan.

Tri Budi menambahkan, pelanggaran ProKes mengalami peningkatan, terbukti dari hasil giat OPGAB penegakan disiplin tanggal 1 Februari di Depan Gedung Al-Ihksan jalan Adisucipto Rembiga Mataram, total pelanggar sebanyak 14 orang. Yang di sanksi denda satu orang, kemudian sanksi soal 13 orang.

Sementara hasil Opgab tanggal 31 Januari 2021 di Pantai Sira Lombok Utara menemukan bahwa, tidak ada tempat cuci tangan dan sabun cairan antiseptik. Kemudian tidak ada Hand sanitizer.

Namun lanjutnya, penerapan physcal distancing cukup baik, tidak ada Thermogun. ” Bagusnya, pengunjung sebagian besar menggunakan masker,” ujarnya.

Temuan lain, tidak ada penyediaan media informasi prokes covid-19. Belum pernah dilakukan penyemprotan disinfektan dan masih kurangnya sarpras pendukung prokes Covid – 19. (TN-red)

Related Articles

Back to top button