Fisis Dinamika Atmosfer, Tiga Hari Kedepan Angin Kencang akan terjadi di Wilayah NTB

Mataram, Talikanews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ZAM, mengupdate kondisi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat tanggal 29 Januari 2021.

Berdasarkan analisis data kondisi fisis dinamika Atmosfer, terpantau adanya pusat tekanan rendah di Australia Barat bagian Utara (1000 hPa) dan Australia Timur bagian Utara (1003 hPa), serta adanya perbedaan tekanan yang cukup signifikan di wilayah utara Ekuator (BBU) dengan wilayah selatan ekuator (BBS) sehingga menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB.

Selain itu, signifikannya kelembaban udara pada lapisan permukaan hingga 500 mb dan adanya daerah pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara mendukung pertumbuhan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTB.

“Angin permukaan di wilayah NTB bertiup dengan variasi arah dominan dari Barat Daya-Utara dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 km/jam. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTB,” ungkap Prakirawan BMKG ZAM, Alfiansyah Pradana, S.Tr, Jumat 29 Januari 2021.

Alfiansyah menjelaskan potensi kondisi cuaca wilayah NTB untuk 3 hari kedepan masih terjadi peningkatan kecepatan angin dan terjadi Hujan dengan intensitas sedang, lebat disertai kilat/petir. Bahkan terjadi angin kencang pada pagi, siang hingga dini hari di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kota Bima dan Bima.

“Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang tinggi di wilayah NTB yang melebihi 2.0 meter di Selat Lombok bag. Utara dan Selatan, Selat Alas bag. Utara dan Selatan, Perairan Utara Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTB, Selat Sape bagian Utara dan Selatan,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, pohon tumbang, dan jalanan yang licin.

Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, dihimbau untuk mewaspadai tinggi gelombang yang melebihi 2.0 meter di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Utara dan Selatan, Perairan Utara Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTB, Selat Sape bagian Utara dan Selatan.

“Serta agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya Informasi Peringatan Dini Cuaca. Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG Wilayah NTB dapat membuka layanan informasi cuaca 24 jam, serta dapat juga menghubungi nomor kami,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button