Tim SAR Temukan Kendala Hujan dan Angin Kencang saat Mencari Nelayan asal Gerupuk yang Menghilang

Mataram, Talikanews.com – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram menemukan kendala hujan dan angin kencang dalam pencarian salah seorang nelayan asal Dusun Gerupuk, Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang hilang saat Melaut pada Senin 30 November 2020.

Hingga saat ini, Tim SAR masih mencari pemilik perahu Hidayat (27) menghilang di perairan Gerupuk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram Nanang Sigit PH membenarkan peristiwa adanya salah satu warga Gerupuk hilang di perairan setempat saat akan mencari Ikan.

“Kami menerima laporan tadi siang (Senin, Red) dari bapak Irwandi Kadus Balak dua terkait nelayan yang pergi melaut sejak hari Minggu sore sekitar pukul 16.00 WITA di perairan pantai Gerupuk dan belum kembali hingga sekarang,” ungkapnya.

Nanang mengatakan, nelayan tersebut diduga tenggelam setelah perahu miliknya ditemukan oleh nelayan dari Batu Nampar lengkap dengan mesinnya tidak jauh dari tempat biasanya korban mencari gurita.

Setelah mendapatkan laporan, Basarnas Mataram mengerahkan tim rescue Pos Siaga SAR Mandalika.

Dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) 09 Mataram, Mereka bergabung dengan nelayan setempat, penyelam tradisional dan unsur lainnya untuk melakukan pencarian.

“Setelah dilakukan penyelaman dan penyisiran dari permukaan air di lokasi kejadian dan sekitarnya, hingga pukul 18.00 wita sore tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban, pencarian akan kembali kami lanjutkan esok hari, (Selasa,red),” kata dia.

Ia menghimbau kepada warga khususnya yang berprofesi sebagai nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dengan melengkapi diri dengan peralatan safety seperti life jacket/pelampung selama melakukan aktivitas di perairan dan tidak memaksanakan diri melaut jika cuaca kurang bersahabat.

Disatu sisi, Humas Kantor Basarnas Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda menyampaikan kendala yang dihadapi tim di lapangan yakni Hujan dan Angin cukup kencang.

“Kendala yang kami hadapi dalam pencarian hingga hari ini adalah angin kencang, hujan lebat dan tinggi gelombang hingga 2 meter,” tuturnya.

Terkait kondisi cuaca, Prakirawan Stamet BIZAM Lombok, Agastya Ardha Chandra Dewi menyampaikan update Peringatan Dini Cuaca Nusa Tenggara Barat tanggal 01 Desember 2020 pukul 10:20 Wita berpotensi terjadi Hujan Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pukul 10:40 Wita di Bayan, Gangga, Sembelia.

Kondisi ini dapat meluas ke wilayah Tanjung, Aikmel, Alas, Utan, Sateluk, Sumbawa, dan sekitarnya. “Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl.12:30 Wita,” tutupnya Prakirawan-BMKG Praya https://www.bmkg.go.id/ . (TN-red)

Related Articles

Back to top button