PKB NTB Tanggapi Santai Banom Partai yang Mundur

Mataram, Talikanews.com – Pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Barat menanggapi santai adanya Sayap atau Banom Partai yang mundur, seperti Gerbang Tani dan perempuan bangsa.

Wakil Sekretaris DPW PKB NTB, Habibul Umam Taqiuddin, menanggapi biasa dan santai, adanya kader ideologis, gerbang tani dan perempuan bangsa yang mundur dari kepengurusan karena, masih banyak yang antri mau daftar jadi sayap PKB.

“Ini saja kami kewalahan menerima WhatsApp yang isinya permintaan karena banyak yang ingin bergabung dengan kami,” ungkapnya, Rabu 13 Januari 2021.

Menurut Habib, kalau sudah mengundurkan diri, kenapa mesti mengajak seluruh kader dan simpatisan perempuan bangsa ikut mundur. Mestinya, sadar apa legal standing padahal sudah mundur jadi pengurus perempuan bangsa.

“Kalau merasa diri kader ideologis, ya taat dong sama keputusan DPP. Sami’na wa atho’na,” pintanya.

Dia menjelaskan, mekanisme penyusunan pengurus DPW PKB NTB ini sesuai ketentuan Pasal 44 ayat 1,2, dan 3 aturan dasar partai. Dengan demikian keputusan DPP benar berdasarkan hukum.

“Jadi sebelum berstatemen mari kita sama-sama membuka dan menyimak aturan dasar dan aturan rumah tangga partai hasil Muktamar PKB tahun 2019 di Bali. Jadi jangan asal bunyi ” tegasnya.

Dalam anggaran dasar partai lanjutnya, tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa Banom punya hak untuk memberikan pertimbangan kepada DPP mengenai penyusunan pengurus. Kalau dilihat Pasal 44 ayat 1, 2, dan 3 Anggaran Dasar partai kepengurusan DPW itu melalui tahapan penjaringan dari DPC selanjutnya DPP akan memilih dan menetapkan pengurus DPW.

“Iya Banom tau diri lah,” sindirnya.

Disatu sisi, Ketua Perempuan Bangsa PKB NTB Kartini Irwani mengaku tidak mengetahui ada pertemuan sejumlah pengurus harian dan kader perempuan bangsa di Hotel Golden Palace.

“Tindakan pengurus yang mengadakan pertemuan tanpa sepengehuan saya selaku ketua Perempuan Bangsa tidak mencerminkan etika berorganisasi. apalagi bertemu utk mengajak org keluar kepengurusan Perempuan Bangsa” ujarnya dengan penuh kesabaran

Baginya, malah sangat baik kalau mereka mengundurkan diri tinggal menunggu surat pengunduran diri mereka, jangan hanya menyatakan dimedis tidak ada kenyataan.

“Kita tidak perlu repot-repot cari alasan untuk memberhentikannya. Mereka hanya kecewa karena mereka tidak lagi duduk di dalam kepengurusan DPW yang merupakan keputusan mutlak DPP. Dan juga gak apa-apa mereka mundur masih banyak kader-kader Perempuan Bangsa yang mau untuk bergabung di perempuan bangsa. Kita tidak bisa memaksa orang untuk tetap bertahan di Perempuan Bangsa. Masalahnya simpel keputusan DPP adalah keputusan paripurna dan kita sebagai kader sejati hendaknya sami’na wa atho’na pada keputusan DPP,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button