Muswil PKB NTB 2021-2026 Melahirkan Kekecewaan Kader Ideologis, Ancaman Muhaimin Iskandar untuk Capres 2024

Mataram, Talikanews.com – Musyawarah Wilayah PKB NTB 202I-2026 yang digelar tanggal 9-10 Januari, memiliki catatan tersendiri. Bahkan melahirkan kekecewaan bagi Kader Ideologis karena, komposisi kepengurusan partai ini sudah dinilai tidak mengakomodir kader ideologis. Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Tani NTB, M Akbar Jadi.

Sapaan Viken itu mengatakan, komposisi kepengurusan PKB NTB pasca Muswil justru dianggap memalukan. Jajaran pengurus inti partai ini sudah tidak memiliki kader ideologis.

PKB yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dalam historis pendiriannya digawangi para pemikir NU. Namun kali ini, di NTB, justru ditiadakan kelompok ideologis tersebut dalam struktur kepengurusan inti seperti Akhdiansyah atau sapaan Guru To’i, sehingga dinilainya membuat citra Partai ini kehilangan ruh.

“Banyak dari mereka yang ditendang yang dihasilkan Muswil PKB NTB. Ini benar-benar pukulan buat para kader ideologis partai,” ungkapnya, Minggu 9 Januari 2021.

Dalam Muswil PKB tersebut, kembali terpilih L Hadrian Irfani sebagai ketua, kemudian H Makmun sebagai sekretaris menggantikan Akhdiansyah dan Nurlalila sebagai Bendahara.

Bentuk kekecewanya, Viken menyatakan mundur selaku ketua Gerbang Tani NTB. Organisasi yang dikomandoi Viken ini diketahui merupakan struktur sayap PKB.

Viken juga mengaku sudah menghubungi Ketua Umum DPN Gerbang Tani untuk pengunduran dirinya. Pengunduran diri itu disebutnya atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan siapapun.

“Saya hanya menyayangkan keseriusan dari hasil evaluasi dan monitoring DPP PKB,” kata dia.

Viken berpendapat, evaluasi dan monitoring tidak sehat dan telah melahirkan keputusan yang tidak sehat pula.

Situasi ini bagi Mantan Ketum PMII Mataram ini dianggap merugikan H Muhaimin Iskandar untuk Capres 2024 khususnya di NTB. Ini karena kader ideologis di struktur PKB NTB telah habis di amputasi. (TN-red)

Related Articles

Back to top button