Gegara Tiga Dewan NTB Terpapar Covid-19, Rapat Paripurna hanya di Hadiri Delapan Orang

Mataram, Talikanews.com – Rapat Paripurna penetapan jadwal kegiatan DPRD Provinsi NTB pada sidang pertama tahun sidang 2021, hanya di ikuti Delapan Anggota berserta pimpinan sidang, pada Jumat 9 Januari 2021. Hal itu disebabkan karena adanya Tiga Anggota Dewan terpapar Covid-19.

Rapat yang dipimpin Hj Baiq Isvie Rupaeda, didampingi Mori Hanafi itu berjalan lancar meskipun ada interupsi dari H Puaddi yang meminta supaya jadwal kegiatan DPRD NTB agar dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah supaya ada persiapan ketika turun di lapangan. “Jangan sampai ketika waktunya perwakilan pemerintah tidak hadir,” ungkapnya.

Disatu sisi, Abdul Thalib dari fraksi Gerindra mempertanyakan keabsahan dari penetapan jadwal kegiatan yang disahkan oleh Pimpinan DPRD NTB pada paripurna, karena yang hadir dalam rapat ini, dianggapnya tidak memenuhi syarat kuorum kehadiran.

“Hanya mengingatkan saja, dengan jumlah kami hanya enam orang ini apakah layak ketok palu dalam rangka pelaksanaan penetapan jadwal kegiatan DPRD ini?,” interupsi (protes) Thalib di hadapan sidang paripurna.

Terkait pertanyaan itu, pimpinan sidang Baiq Isvie Rupaeda menjelaskan, mengingat kondisi emergency (darurat) karena ada beberapa anggota DPRD terpapar covid-19 termasuk di antaranya wakil ketua DPRD NTB.

“Saya kira kita pahami kondisi psikologis anggota yang tidak mau ke kantor, dan selalu saya ingatkan untuk selalu mentaati protokol covid-19. Kita juga sudah melakukan penyemprotan terhadap seluruh ruangan sebanyak tiga kali dan bahkan kita sudah melakukan lockdown dari Selasa kemarin,” kata Isvie.

Salam sidang itu, tiba-tiba H Ahmad Fuaddi dari Fraksi Golkar menjawab pertanyaan Tholib bahwa, kehadiran Enam anggota tersebut sudah mewakil lima fraksi.

“Sudah mewakili keterwakilan fraksi 50+1. Sudah lima fraksi yang hadir di sini,” ujar Fuad.

Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi menegaskan, bahwa para anggota tersebut belum berani hadir secara fisik di kantor utamanya yang usianya di atas 50 tahun namun yang tidak dapat hadir disediakan rapat secara virtual (online). “Sebagian besar mengikuti ini secara online,” jelasnya.

Disinggung mengenai regulasi keabsahan hasil rapat karena tidak kuorum, Mori hanya merujuk pada arahan lisan dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik saat menghadiri HUT NTB Ke-62 tahun lalu.

“Jadi sekali lagi, karena ini sudah ada kesepakatan di antara pimpinan karena memang keadaan. Jadi keadaan ini secara umum karena kita lagi kena covid-19. Tapi secara khusus lagi di DPR ini ada yang kena covid-19 sementara agenda DPR tidak bisa tidak berjalan. Banyak agenda yang mau ga mau harus berjalan walaupun dengan keadaan dengan seperti ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat tiga anggota DPR yang terpapar covid-19 di antaranya Wakil Ketua. Kantor DPR pun dilakuan kebijakan lockdown dari Selasa hingga Kamis kemarin.

Adapun keenam anggota tersebut di antaranya Ruslan Turmudzi dari Fraksi PDIP, Abdul Thalib Fraksi Gerindra, H. Ahmad Fuaddi Fraksi Golkar, Ismail Fraksi dan Lalu Riadi dari Fraksi Demokrat dan Jalaludin dari Fraksi PAN.

Ditambah pimpinan sidang Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda dan Mori Hanafi menjadi hanya 8 orang. (TN-red)

Related Articles

Back to top button