Event “Bau Nyale” terancam Ditiadakan, MASATA: Ini Budaya, harus Tetap Terselenggara

Lombok Tengah, Talikanews.com – Belum jelasnya event “Bau Nyale” atau menangkap cacing laut di Pantai Seger Kuta Lombok Tengah diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Lombok Tengah. Memantik perhatian masyarakat sadar wisata.

Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masta) Lombok Tengah, Lalu Sandika angkat bicara dan menyebut bahwa, Event “Bau Nyale” ini merupakan Budaya yang harus tetap dilaksanakan.

Dia sangat mengerti dan memahami kehawatiran semua pihak terkait akan ada perkumpulan ribuan manusia di sepanjang Pantai Selatan Lombok Tengah itu untuk menangkap cacing laut, seakan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Namun baginya, event tahunan ini merupakan budaya yang sulit di tiadakan terlebih bagi masyarakat setempat. Sehingga perlu dicarikan formulasi atau cara supaya pengunjung tetap patut ProKes.

“Memang agak sulit untuk mengontrol budaya masyarakat Sasak yang satu ini, ada maupun tidak adanya acara digelar pemerintah, masyarakat dipastikan bakal membeludak di pesisir pantai selatan ini,” ungkap Sandika, Selasa 5 Januari 2021.

Sandika berharap agar event “Bau Nyale” ini tetap di adakan dengan menjalankan Protokol kesehatan covid -19 mengingat event tersebut merupakan event yang di kenal sampai mancanegara. Dengan demikian, pegiat wisata akan merasa sedikit bernafas karena ada wisatawan yang berkunjung melihat budaya dan tradisi “Bau Nyale”.

“Nanti petugas bisa lebih tegas dan perketat ProKes. Selain itu, bisa dengan cara pembatasan disetiap titik lokasi “Bau Nyale”. Meski agak sulit namun masih ada waktu dan saya kira Pemkab mampu untuk mengkaji aturan teknis lainnya,” kata Sandi

Dia menambahkan, Pemkab juga belum gelar sangkep warige untuk penentuan hari tanggal dan bulannya apakah di Februari atau Maret.

“Biasanya sih dari Pemkab Loteng mengundang pelaku pariwisata (MHA) saat sangkep warige digelar. Jadi, kita tunggu saja keputusan dari Pemkab” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button