Pendaki asal Jawa Timur Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Rinjani Kilometer 7,5

Lombok Utara, Talikanews.com – Salah seorang pendaki asal Jawa Timur, Mochammad Fuad Hasan yang merupakan Mahasiswa, meninggal dunia Minggu 3 Januari 2020, di jalur pendakian Gunung Rinjani kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Tragedi meninggalnya salah satu Mahasiswa kelahiran Bangkalan, 01 Januari 1995, berdasarkan informasi dari Kepala Balai TNGR Senaru yakni Isnan Laila Surahman menyampaikan informasi tentang telah ditemukan seorang pendaki yang di duga mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani dalam keadaan meninggal dunia, sekitar pukul pukul 09.00 Wita.

“Adapun dasarnya yakni, Laporan Polisi nomor : LP/01/I/2021/NTB/Res.Lotara/Sek.Bayan, tanggal 03 Januari 2021,” ungkapnya.

Dia menuturkan, waktu kejadian Hari Jumat, tanggal 01 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 wita, bertempat di jalur pendakian Gunung Rinjani di Kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

“Identitas korban, belum belum kawin, alamat, Sawah Pulo Wetan 4/10, Rt 010, Re 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur,” kata dia.

Adapun saksi saat itu yakni, Muhammad Hazazi Aji, kelahiran Surabaya, 02 September 200, asal Aspol Ketintang Blok, G/01, Rt 002, Rw 007, Desa Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Kronologis kejadian, pada hari kamis tanggal 31 desember 2020 sekitar pukul 10.30 Wita korban bersama saudara M. Hazazi, melakukan chek in di loket pintu masuk pendakian Gunung Rinjani, Jebag Gawah, Desa Senaru, Bayan.

Setelah chek in, sekitar pukul 11.00 Wita korban dan saudara M. Hazazi melakukan pendakian Gunung Rinjani dan sekitar pukul 18.00 Wita korban dan Hazazi tiba dan menginap di Pos Cemara 5 (lima).

Selanjutnya, hari jumat tanggal 01 januari 2021 sekitar pukul 10.00 wita Korban dan saudara Hazazi berangkat melanjutkan perjalanan , sekitar pukul 11.30 Wita korban dan Hazazi tiba di pelawangan Senaru, kemudian langsung turun menuju Danau Segara Anak mengunakan jalur lama.

Sekitar pukul 13.00 Wita pada kilometer 7,5, di bawah pelawangan senaru, Hazazi melihat korban terpeleset terjatuh di tebing, jarak antara Hazazi dan korban saat itu sekitar 10 (sepuluh) meter, cuaca pada saat itu kabut ringan jarak pandang sekitar 10 (sepuluh) meter.

Melihat kejadian itu, Hazazi naikkembali ke pelawangan untuk mencari sinyal HP (Handphone) guna menghubungi petugas TNGR SENARU, setelah mendapat kabar dari saksi saudara M. HAZAZI, selanjutnya petugas TNGR sebanyak 6 (enam) orang langsung naik menuju pelawangan senaru untuk melakukan pencarian dan bertemu saksi saudara M. HAZAZI untuk melakukan pencarian.

Kemudian pada Minggu tanggal 03 Januari 2021 sekitar pukul 05.00 wita korban ditemukan oleh tim TNGR dan BASARNAS dan SARDA Lombok Timur di bawah tebing dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya tim langsung mengevakuasi jenazah korban untuk di bawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan VER sementara, dari perawat jaga Puskesmas Senaru, korban di duga mengalami luka robek di kening sebelah kiri, luka lebam di panggul yang menyebabkan pendarahan pada organ dalam, dan luka lecet di bagain pinggang sebelah kanan akibat terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 100 Meter.

Korban langsung di bawa oleh pihak perwakilan keluarga ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asal di Sawah Pulo Wetan 4/10, Rt 010, Re 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

“Keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap sebagai musibah dan menolak untuk di lakukan autopsi,” tuturnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button