PR Polres Loteng di Akhir Tahun 2020, belum Tetapkan Tersangka Pelanggar ProKes

Lombok Tengah, Talikanews.com – Polres Lombok Tengah belum menetapkan tersangka pelanggar protokol kesehatan yakni kegiatan senam Zumba di Kantor Bupati. Hal ini menjadi sisa pekerjaan aparat penegak hukum Polres Loteng di akhir tahun 2020.

Momentum press release akhir tahun yang dipimpin Waka Polres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana didampingi Kasat Lantas Akp Donny WS, Kasat Narkoba Iptu Hizkia Siagian, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Samsul menyampaikan keberhasil mengungkap kasus 3C sebanyak 16 kasus dengan jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 22 tersangka.

“Sejak bulan Januari 2020 sampai saat ini, kita berhasil mengungkap 16 kasus 3C dengan jumlah tersangka sebanyak 22,” kata Tamiana.

Disamping pengungkapan kasus 3C, jajaran Polres juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba dan minuman keras tanpa izin di sejumlah tempat hiburan maupun pertokoan di wilayah hukum.

“Kita juga berhasil mengungkap beberapa kasus narkoba dan peredaran minuman keras tanpa izin, serta beberapa hasil razia dalam rangka cipta kondisi selama 14 hari,” kata Waka Polres.

Mantan Kabag Ops Polres Lombok Tengah itu juga menambahkan, data Laka Lantas dan korban jiwa, baik yang meninggal dunia, luka berat maupun luka ringan pada tahun ini mengalami penurunan.

Semua ini berkat upaya petugas Satlantas Polres yang gencar memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan menaati peraturan lalu lintas.

‚ÄúTidak hanya itu, guna menurunkan angka kecelakaan lalu lintas Satlantas Polres Lombok Tengah berinovasi dengan menggandeng masyarakat dan organisasi menjadi pelopor keselamatan lalu lintas,” imbuh Kompol Tamiana.

Selain itu, di tengah pandmei Covid 19 ini petugas Satlantas tidak melakukan penindakan, namun menggelar operasi Yustisi menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Namun ada beberapa penindakan terhadap kegiatan balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standard.

“Sejak pandemi Covid-19, kita tidak ada lakukan penindakan melainkan gencar lakukan operasi yustisi untuk sosialisasi prokes Covid-19, akan tetapi ada sejumlah penindakan kepada pelaku balap liar dan pengguna knalpot yang tidak standar,” terangnya.

Namun dari sejumlah kasus 3C yang berhasil di ungkap Polres Lombok Tengah ada satu laporan dugaan pelanggaran protokol kesehatan covid-19 yang belum dapat di tuntaskan tahun ini meski pihaknya telah memanggil sejumlah saksi untuk di mintai keterangannya salah satu di antarnya yaitu panitia penyelenggara.

“Memang sampai hari ini belum kita tetapkan tersangka kasus senam zumba yang di lakukan di gedung kantor Bupati Lombok Tengah beberapa minggu lalu, tetapi kami sudah memanggil sejumlah saksi untuk di mintai keterangannya,”tutup Kompol Tamiana. (TN-03)

 

Related Articles

Back to top button