Kejari Loteng Rampungkan Pemeriksaan Desa Terindikasi Penyalahgunaan DD, Termasuk Desa Jago

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok Tengah terus kebut pemeriksaan terhadap sejumlah laporan yang di adukan masyarakat terkait dugaan penyalah gunaan Dana Desa (DD) yang terjadi di bebera desa.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menerima 18 aduaan tetang penyalah gunaan dana desa di antaranya, sebanyak 17 laporan tentang dugaan penyalahgunaan dana desa, termasuk dugaan penyalahgunaan dana BUMDes di Desa Jago, Kecamatan Praya. Dari 17 desa yang di adukan itu baru dua desa yang sudah keluar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejaksaan Negeri Loteng Catur Hidayat Putra mengatakan pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap bebera Laporan yang di adukan masyarakat terkait dengan adanya dugaan penyalah gunaan Dana Desa (DD), agar semua laporan yang di adukan masyarakat dapat terselesaikan, terutama dugaan penyalahgunaan dana BUMDes di Jago, cukup besar.

“Kita tidak pandang bulu jika memang ada aduan masyarakat yang masuk, kita akan proses walau sedikit agak telat,” ungkapnya. Jumat 11 Desember 2020.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap dua desa yakni Desa Peresak dan Desa Bujak Kecamatan Batukliang. Dua desa ini telah keluar hasil LHP dari Inspektorat

“Yang sudah keluar hasil LHP dari Inspektorat hanya dua desa yang lainnya masih kita tunggu. Tapi kami sudah melakukan puldata dan pulbaket,” kata Catur.

Catur menambahkan, dari laporan yang di adukan masyarakat dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) untuk Desa Peresak sekitar Rp 200 juta lebih, sedangkan Desa Bujak kurang lebih Rp 100 juta.

“Ia memang dari laporan dugaan penyelewagan Dana Desa (DD) masih di angka 200 juta ke bawah yang mana dugaan penyalah gunaannya ada yang DD tahun 2019 dan DD tahun 2020,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button