Tiga Kabupaten di NTB Dihantam Puting Beliung, 72 Rumah Warga Rusak

Mataram, Talikanews.com – Tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni, Dompu, Sumbawa Barat dan Lombok Timur, di hantam angin puting beliung disertai hujan dan petir pada Minggu 22 November 2020. Hal itu telah membuat 72 rumah warga rusak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha menyampaikan, laporan dari BPBD, terjadinya bencana angin puting beliung pukul 15.30 wita, di Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggalewa.

Kronologis, sejak pagi menjelang siang, cuaca di wilayah Dompu dan sekitarnya mendung dan terdapat beberapa kumpulan awan Comolunimbus, sekitar pukul 12.30 terjadi angin puting beliung di sekitar Desa Lanci Jaya, menyebabkan puluhan rumah warga rusak diterjang angin.

“Tidak ada korban jiwa, namun merusak sedikitnya 45 unit rumah yang terdiri dari 25 Rusak Berat, Delapan Rusak Sedang, dan 12 Rusak Ringan,” ungkapnya Minggu 22 November 2020.

Adapun upaya yang dilakukan petugas setempat, melakukan koordinasi dengan BMKG. Kemudian melakukan pendataan kerusakan dan membantu warga untuk membersihkan sisa puing bangunan serta telah memberikan bantuan berupa terpal, selimut dan paket family Kit.

Kendala yang dihadapi berupa kebutuhan mendesak seperti bantuan logistik dan perbaikan sementara rumah warga,” kata dia.

Bencana puting beliung itu juga hantam Desa Seteluk Atas dan Tengah, Sumbawa Barat pada pukul 14.40 Wita. Namun tidak ada korban jiwa, akan tetapi merusak 14 unit atap rumah warga dan 1 pohon tumbang. Petugas setempat langsung melakukan perbaikan sementara rumah warga dan pembersihan lokasi.

Terakhir di Lombok Timur, angin puting beliung tersebut telah merusak 13 unit rumah warga. Kronologis, akibat cuaca ekstrim disertai angin kencang dan hujan dengan butiran es mengakibatkan bencana angin puting beliung di Kecamatan Sikur dan Kecamatan Montong Gading pada pukul 14.30 wita.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut, namun di Kecamatan Sikur, sebanyak 13 rumah warga rusak, sedangkan di Kecamatan Montong Gading hanya 1 unit rumah milik Dedy Kurniawan.

“Melihat potensi bencana yang dapat terjadi serta berdasarkan SK Bupati Lombok Timur Nomor : 188.45/566/BPBD/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung serta akan adanya dampak lain pohon tumbang dan sambaran petir, maka diharapkan kesiapan dan kewaspadaan seluruh masyarakat,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button