Ada Pabrik Sabu di Lombok Timur, Polisi langsung Ringkus Pemilik hingga Pengedar

Lombok Timur, Talikanews.com – Aparat Kepolisian gabungan Ditresnarkoba Polda NTB dan Polres Lombok Timur, menggerebak pabrik Sabu rumahan yang berada di Lombok Timur pada, Sabtu tanggal 21 November 2020 sekitar pukul 13.30 Wita, di pimpin AKP I Made Yogi Purusa Utama.

Penggerebekan di sebuah rumah yang digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika dan kos-kosan yang digunakan sebagai tempat transaksi narkoba oleh tim, membuahkan hasil dengan mengamankan 10 Orang tersangka termasuk pemilik pabrik narkotika.

Penggerebekan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas kelas II A Mataram guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini bahwa di wilayah Lombok Timur tepatnya di Kecamatan Selong dan Peringgesela ada Pabrik Narkotika dan tempat transaksi narkoba.

Dari informasi tersebut, pukul 12.00 Wita ketua tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Polisi Cakranegara kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lombok Timur yakni di kos-kosan dilingkungan Muhajirin, Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur.

Setelah sampai lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan di empat kamar kos dan mengamankan delapan orang tersangka diantaranya, Inisial SRA alias HD, Laki – laki, asal Pancor. Kemudian RS alias RO, Laki – laki, asal Lingkungan Nenggung, Kecamatan Masbagik Lombok Timur selaku pengedar.

Selanjutnya inisial HA alias DG, Laki – laki, asal Pancor Jorong, Kecamatan Selong Lombok Timur, masuk pengedar. RP alias RZ, Laki – laki, asal Pancor sorong, Kecamatan Selong Lombok Timur. LN alias LM, Laki – laki, kelahiran Sumba , alamat Pancor jorong, Kecamatan Selong Lombok Timur masuk catatan Kurir.

Tidak hanya itu, polisi juga ringkus inisial RAK alias RAM, Laki – laki, asal Desa Aiq Anyar, Kecamatan Sukamulia Lombok Timur. HD alias HM, Laki – laki, alamat Pancor jorong, Kecamatan Selong yang merupakan Bandar Narkoba. Terakhir, SH alias DY Laki – laki, alamat Batu Belek, Kecamatan Selong Lombok Timur, sebagai pembeli narkotika.

“Disaksikan Ketua RT dan pemilik kos kemudian tim melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti di masing-masing kamar kos,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Minggu 22 November 2020.

Artanto membeberkan hasil penggerebekan di kamar nomor 1, berupa Sabu 1 Klip isi 5 Poket, Sabu 1 Poket berada di belakang salon, Sabu didalam tempat Mentos 3 klip sedang, Sabu 1 Poket yang berada di lantai kamar sehingga total berat 15.28 gram. Selain itu lanjutnya, anggota menemukan 1 unit timbangan digital, 1 kotak hitam sedang yang berisikan klip sedang dan kecil, 1 Buah Alat hisap, 1 unit HP Realmi Biru, 1 unit HP iPhone putih , 1 unit HP Oppo android, 2 unit HP Samsung lipat.

Untuk di Kamar 3, ditemukan 1 Klip kecil BB Sabu yang di simpan didalam kamar mandi dengan berat bruto 0,44 gram. Kemudian 1 Unit Timbangan digital , 1 Unit HP kecil hitam, 1 Buah Bong ,1 Buah Dompet Coklat , uang Rp 2.450.000 dan 1 Dompet coklat kecil.

Di Kamar 4 ditemukan 1 Klip kecil BB Sabu yang di buang di tong sampah dengan berat bruto 0,40 gram, kemudian 1 unit HP androit warna putih , uang milik Hamdi sebesar Rp 6.107.000, ada juga 1 Unit HP warna hitam, uang Samsul sebesar Rp 1.100.000 .

Setelah berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti narkoba di Selong kemudian Tim langsung bergerak menuju TKP selanjutnya yakni di Kecamatan Pringesela Lombok Timur. Sekitar pukul 15.30 Wita Tim tiba di TKP di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika.

Disini Tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan 2 Orang tersangka yang ada di dalam rumah yakni terduga SS alias UT, Laki – laki, alamat Lingkungan Peringesela, Kecamatan Peringesela Lombok Timur, selaku Pemilik pabrik pembuat sabu.

Selanjutnya, RW alias RIS, Laki – laki, alamat Masbagik Utara, Kecamatan Masbagek Lombok Timur merupakan Anak buah tersangka SS,

“Didalam rumah tersangka dan ditemukan sebuah ruangan yang menyerupai pabrik pembuatan bahan baku narkotika beserta peralatannya yakni 1 Unit pemadam api, 1 kotak Alumunium foil, 1 unit Kompor elektrik Oxone, 1 Liter MEKIHEITAMIN cair, 1 Liter MIXSOFIR cair , 1 Liter DIMETHYL SULFOXIDE cair, 1 Liter MURNI cair , 1 Buah Gelas Ukur merek PYREX ukuran 2 Liter , 1 Buah Gelas Ukur 1000 ml, 1 Buah Cawan Kaca dan 1 Buah Gelas Ukur merek PYREX ukuran 1000 ml,” paparnya.

Direktur Ditresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol, Helmy Kwarta Kusuma Putra R, membenarkan penggerebekan tersebut. Terhadap ulah pelaku, kini harus berhadapan dengan aparat karena langsung diamankan ke Ditresnarkoba Polda NTB beserta Barang Bukti.

Kini pelaku dijerat pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 Tahun.

Kemudian Pasal 113 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dalam hal perbuatan memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Tidak hanya itu, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Helmy mengimbau supaya para Bandar, Pengedar barang haram ini segera hijrah atau bertaubat secepatnya. Karena, dirinya tidak akan memberikan ampun bagi pelaku kejahatan Narkoba. (TN-red)

Related Articles

Back to top button