Pemuda Lenek Lombok Timur Geruduk Kantor Desa terkait Kejelasan Prona

Lombok Timur, Talikanews.com – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda (AMDP) Lenek Lombok Timur geruduk kantor desa setempat, terkait Prona.

Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) diatur dalam Kepmendagri nomor 189 tentang Prona bertujuan memproses pensertipikatan tanah secara masal sebagai perwujudan dari pada program Catur Tertib di bidang Pertanahan yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dan ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat terutama bagi golongan ekonomi lemah, serta menyelesaikan secara tuntas terhadap sengketa-sengketa tanah yang bersifat strategis

Hanya saja, program Prona Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, diduga tidak transparan sehingga pemuda Lenek gelar aksi Kamis, 12 November 2020.

Dalam aksi tersebut sempat tegang akibat gesekan dari salah satu oknum diluar massa. Namun berhasil diamankan pihak kepolisian yang langsung dipimpin Kapolres Lombok Timur AKBP. Tunggul Sinatrio, bersama jajarannya.

Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Panji Sekar JM mengatakan, langkah ini ditempuh guna meminta kepada pemerintah desa untuk transparan terkait proyek operasi Nasional Agraria (Prona) yang menurutnya menjadi gesekan atau keresahan ditengah masyarakat di kewilayahan Lenek Tengah.

“Ada yang janggal terkait Prona, tidak adanya kwitansi didapatkan oleh masyarakat yang dimintai biaya. Tapi, ada sebagian digratiskan, padahal mereka mampu tapi kok gak bayar,” ucapnya

Panji membeberkan ada dugaan pembiayaan Prona dibebankan ke masyarakat berkisar Rp 350 ribu, ada juga Rp 600 ribu, bahkan ada yang satu juta lebih.

“Anehnya, luas lahan masyarakat tidak dijelaskan dalam syarat penerima program Prona, sehingga menimbulkan pertanyaan,” kata dia.

Menurut Panji, pada formulir program Prona itu hanya berisi daftar nama, alamat, uang yang dikeluarkan masyarakat, dan tanda tangan, tanpa kejelasan luas lahan.

Kedatangan Pemuda Lenek itu juga menuntut transparansi input dan output dari PAMDes.” Ini juga sebagai keresahan masyarakat dari ujung timur dan barat”

Mengenai pemberdayaan pemuda, yang hari ini menurutnya penanganan pemuda oleh pemerintah desa belum maksimal, “Aksi ini juga kami lakukan, guna membentuk mental pemuda tanpa membuat ricuh dan ini kami buktikan dengan kondusifitas juga tetap menggunakan protokol kesehatan” tambahnya

Untuk diketahui, dalam aksi itu, tidak ada perwakilan pemerintah desa bisa menerima massa aksi, begitu halnya Pjs kepala desa sedang tidak berada ditempat. Kendati demikian, aksi berjalan lancar karena ada tokoh masyarakat setempat Tahir Royaldi yang memberikan pemahaman kepada massa aksi.

Setelah mendengar penjelasan dari Tahir Royaldi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib, kalaupun Panji sempat menitip harapan supaya pemerintah desa kedepannya, lebih peduli terhadap pemuda dan masyarakatnya yang akan menyampaikan aspirasi. (TN-red)

Related Articles

Back to top button