Berkenalan Lewat Facebook, NB Diperas FA sebesar Rp 150 Juta, Polresta Mataram Meringkus Pelaku

Mataram, Talikanews.com – Satreskrim Polresta Mataram meringkus pelaku pemerasan inisial FA laki-laki alamat Kota Surabaya dan Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Lantaran telah memeras NB (56) perempuan asal Medan Sumatera Utara, sebesar Rp 150 juta melalui Facebook.

‘’Kami mengamankan seorang pelaku pemerasan. Ini korbannya mengaku diperas hingga Rp 150 juta oleh FA,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin 2 November 2020.

Kadek menjelaskan kronologis, sekitar Bulan Oktober 2019. Pelaku dan korban berkenalan di Facebook. Keduanya terus berkomunikasi dan menjadi semakin dekat. Kedekatan itu seperti dilanjutkan dikehidupan nyata.

Pada bulan November 2019, korban datang ke Mataram dan meminta pelaku menemani jalan-jalan. Saat menginap dihotel, pelaku sempat mengajak korban untuk berhubungan badan, namun ajakan tersebut ditolak korban.

“Pada saat korban di kamar mandi. Pelaku merekam aktivitas korban di kamar mandi. Pelaku juga merekam kemesraan mereka saat video call. Dua rekaman itu dijadikan senjata untuk memeras korban. Video itu akan disebar jika korban tidak memberikan sejumlah uang,” kata Kadek.

Atas dasar rekaman itu lanjut Kadek, terdapat unsur pemerasan dengan ancamannya terpenuhi. Jika tidak diberikan sejumlah uang, Video akan disebar.

Karena takut dan khawatir videonya tersebar, NB menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang. Bukannya menghentikan aksinya setelah diberi uang. Pelaku malah mengancam lagi jika korban tidak mentransfer uang.

‘’Terus berulang pemerasan dengan pengancamannya. Korban sudah beberapa kali memberikan uang. Total uang yang sudah diberikan korban itu Rp 150 juta,’’ tuturnya.

Korban tersadar dan tidak bisa membiarkan pemerasan uang lagi karena sudah kondisi menipis. Hebatnya korban, tidak ingin kehilangan lebih banyak uang, NB langsung melapor ke Polresta Mataram.

Laporan diterima dan ditindaklanjuti petugas. Karena ada unsur pemerasan dan pengancamannya terpenuhi. Pelaku kemudian ditangkap dan digelandang ke ruang tahanan Polresta Mataram.

“Penangkapan ini disertai barang bukti yakni 3 buah Hand Phone, 1 buah buku tabungan, 1 buah ATM. Kami sudah jadikan tersangka dan kita proses lebih lanjut,’’ kata Kadek.

Akibat ulah pelaku, terancam dijerat pasal 45 ayat (4) Jo pasal 27 ayat (4) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atau UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau pasal 369 dengan ancaman maksimal enam tahun hukuman penjara dan denda Rp 1 miliar. (TN-red)

Related Articles

Back to top button