Menipu Berkedok Investasi, Emak Caca Berurusan dengan Polresta Mataram

Mataram, Talikanews.com – Polresta Mataram membongkar kasus dugaan penipuan berkedok investasi oleh Emak Caca yang merupakan Chef terkenal di Kota Mataram.

Perempuan inisial LC (28) tahun ini terpaksa harus berurusan dengan Satreskrim Polresta Mataram karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan modus investasi modal usaha.

“Ini perkara penipuan dan penggelapan dengan modus investasi. Tersangkanya wanita yang basic seorang chef (koki) ini terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Jumat 30 Oktober 2020.

Kadek menyampaikan, kasus ini dilaporkan oleh seseorang yang tertarik berinvestasi Rp 25 juta di usaha resto milik tersangka yaitu di Caca Village. Dimana, perjanjiannya bahwa Emak Caca akan memberi keuntungan dan pengembalian pokok sebesar Rp 400 ribu setiap hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Jumat selama 90 hari.

Mendengar hal itu, korban tergiur dan dengan keuntungan bersih beserta modal sebesar Rp 36 juta. Namun keuntungan tersebut hanya janji saja.

‘’Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan keutungan itu sama sekali. Korban terus melapor ke Kepolisian,”’ beber Kadek.

Adanya laporan itu, tim langsung mengungkapnya setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan tanggal 5 Oktober. Setelah itu, pelaku ditahan mulai tanggal 6 Oktober 2020.

‘’Pelaku tetap ditahan,’’ tuturnya.

Kadek mengaku, untuk sementara, korban penipuan berkedok investasi baru satu orang yang melapor ke Polresta Mataram.

Perwira balok tiga itu membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi warga yang ingin melapor. Karena informasi yang berseliweran. Sejak Emak Caca ditangkap dan ditahan, media sosial di Mataram ramai diperbincangkan terutama korban yang sudah menyetorkan uang.

“Informasi sementara, total keseluruhannya disebut mencapai miliaran. Sehingga kami persilahkan jika ada masyarakat yang datang melapor. Nanti akan kami kompulir dulu,’’ kata Kadek.

Saat ini lanjut Kadek, penyidik fokus mendalami penggunaan dana yang investasi itu karena diduga Emak Caca menggunakannya untuk beberapa jenis usaha.

‘’Tapi kami fokus ke Caca Village ini dulu. Ada sejumlah usahanya yang lain,’’ tuturnya.

Di depan petugas Emak Caca bercerita singkat tentang usahanya. Perempuan 28 tahun itu mengaku sama sekali tidak berniat menipu, karena usahanya berjalan sudah 5 tahun. Namun, akibat pandemi Covid-19 mulai bulan Maret lalu usahanya macet dan tidak bisa membayar dan mengembalikan dana kliennya.

“Ini gara-gara Covid. Sebelumnya sama sekali tidak pernah macet,’’ kata Kadek menceritakan keterangan Emak Caca.

Emak Caca juga tidak mau memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk mengelola usahanya itu. Seluruh investasi yang disetor investor digunakan untuk mengelola lima outlet usaha. Investasi itu juga sudah ada yang menjadi aset berupa lahan.

“Saya ingin mengembalikan semuanya dan berusaha lagi dari nol. Tapi sejak ditahan, usaha saya sudah tidak ada yang berjalan,’’ sesal pemilik sejumlah Tatto itu.

Berdasarkan bukti yang dikantongi penyidik. Emak Caca terancam dijerat pasal 378 atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. (TN-red)

Related Articles

Back to top button