Gubernur NTB Rapat Khusus Melarang Kayu keluar dari Pulau Lombok dan Sumbawa

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah rapat khusus dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Danrem, Kajati, Wakapolda, Sekda, Danlanal, Danlanud dan Forkominda lainnya untuk melarang kayu keluar dari pulau Lombok dan Sumbawa.

“Kita rapat khusus mengenai penghijauan, hutan kita yang gundul dan Iillegal Logging,” ungkapnya, Sabtu malam 24 Oktober 2020, di Pendopo, Mataram.

Dia menegaskan, dalam rapat tersebut, ada beberapa kesimpulan penting, pertama, mulai besok (Minggu, red) tanggal 25 Oktober 2020, melarang Kayu keluar dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

“Mudahan dengan melarang kayu keluar, akan mengerem pengiriman kayu terutama illegal Logging,” kata dia.

Kesimpulan kedua, menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dislhk) untuk membuat peta wilayah, mana saja daerah-daerah yang tidak boleh di tanam jagung dan lainnya, sehingga mampu menghindari penjarahan hutan lebih lanjut.

Ketiga, Tim Gugus Tugas Kehutanan dan Illegal Logging akan di perkuat dan akan melibatkan masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda.

Keempat, segera akan meminta masukan yang sistemik dan komprehensif dari para ahli dan aktivis lingkungan agar NTB bisa dihijaukan kembali sehingga Hutan kembali asri dan lestari.

“Well, nggak mudah. Tapi bukankah perjalanan panjang selalu harus di mulai dengan langkah pertama?,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button