Arus Pendek, Warung Nasi di Jalan Bypass Bandara Lombok Terbakar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Akibat dugaan arus pendek Listrik. Warung nasi di pinggir jalan Baypass Bandara Lombok milik Hj Muslimah tepatnya di Dusun Kangi Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, ludas terbakar.

Kapolsek Praya Barat, AKP Heri Indriyanto membenarkan kejadian tersebut setelah anggota piket menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 07.00 wita Senin 28 September 2020 bahwa telah terjadi kebakaran di Jalan Bay Pass BIL Desa Penujak.

“Ia saat itu petugas piket menerima laporan bahwa ada kebarakan, personil langsung menuju lokasi serta menghubungi petugas pemadam kebakaran, ungkap AKP Hery. Senin 28 September 2020.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari beberapa saksi dilokasi, kebakaran itu berawal saat korban sedang memasak nasi menggunakan rice cooker atau penanak nasi elektronik. Dimana, pemilik warung sempat meninggalkanya untuk pergi membeli premium ke SPBU yang berada di Tanak Awu.

“Setelah pulang beli BBM pemilik warung saat itu sempat mencuci piring di samping warungnya dan tiba-tiba korban melihat api sudah menyala membakar atap warung hingga merambat ke pohon kayu yang ada didekat warungnya,” tuturnya.

Arus Pendek, Warung Nasi Terbakar | Talikanews.com

Kobaran api itu menyambar kedua jerigen yang berisikan bensin atau BBM yang ditaruh di depan warung. Selian itu terdengar juga suara ledakan yang cukup besar diperkirakan suara ledakan dari beberapa tabung gas yang dijual korban.

“Kebakaran itu di duga di akibatkan oleh arus pendek listrik yang kemudian membesar setelah menyamber 2 cerigen yang berisikan BBM,” ujarnya

Heri menambahkan, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, banyak masyarakat sekitar membantu memadamkan api. Akan tetapi masyarakat tidak berani mendekat memberikan pertolongan karena mendengar suara ledakan.

“Api berhasil padam setelah petugas damkar tiba, dan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut,” kata dia.

Adapun barang-barang yang terbakar yakni semua bangunan warung yang dijadikan rumah tinggal, barang-barang isi warung dan Tiga buah kulkas, kasur, AC, Uang Rp 6 Juta, perhiasan emas serta Hp.

“Korban mengalami kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 Juta,” tutup AKP Hery. (TN-03)

Related Articles

Back to top button