Daerah

Kompak Desak Polda NTB Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BBM

Mataram, Talikanews.com – Komando Pemuda Anti Korupsi (Kompak) desak kepolisian darah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapkan tersangka dugaan korupsi bantuan bibit bawang merah (BBM) yang di Kabupaten Bima tahun 2016.

Dimana, bantuan itu merupakan program pengadaan bibit bawang merah tahun 2016 oleh Dirjen Holtikultural Kementerian Pertanian RI melalui dinas pertanian Kabupaten Bima sebesar Rp 46 miliar bertujuan langkah strategis dalam rangka meningkatkan produksi pertanian khususnya bawang merah.

Namun dalam pelaksanaanya, pemerintah Kabupaten Bima tidak mampu melaksanakan program tersebut secara optimal.

“Fakta di lapangan bahwa bibit bawang merah yang dibagikan ternyata tidak sesuai dengan standar bibit yang ditetapkan, yaitu bibit kelas philipin, serta terdapat bibit bawang busuk yang dibagikan kepada masyarat, dan terbadapat banyak kelompok tani fiktif,” terang Korlap aksi, Ardy Bhule saat aksi di Mapolda NTB, Senin (23/09).

Bhule memaparkan, temuan Itjen Kementerian Pertanian RI terhadap pengadaan bibit bawang tersebut menyebutkan angka kerugian negara berdasarkan hasil audit mencapai Rp 2,3 miliar.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pengadaan bibit bawang untuk Bima 2016 ditangani Inspektorat Kabupaten Bima dan dalam jangka waktu 60 kerugian negara harus segera dikembalikan dan itu sudah lewat waktu LHP.

Karena itu, puluhan massa aksi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kapolda NTB untuk segera mengambil alih hasil temuan Irjen Pertanian dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk segera dilakukan penyidikan. Karena batas waktu pengembalian kerugian negara telah lewat waktu 60 hari.

Kedua desak untuk segera menetapkan oknum pelaku yang ikut terlibat seperti Bupati Bima dan mantan Kadis Pertanian Kabupaten Bima sebagai tersangka.

“Mendesak Kapolda NTB untuk segera menetapkan tersangka PT. Pemenang lelang pengadaan bibit bawang merah seperti PT Lasindo Bersinar, dan PT. Qualita Prima Internasional,” desak aktivis HMI Cabang Mataram ini.

Untuk diketahui, gelontoran anggaran Rp 46 miliyar tersebut dalam dua tahap, tahap pertama pagu anggarannya sebesar Rp 26.062.484.000 dengan pemenang tendernya PT. LB dengan harga penawaran Rp 24.345.916.000.

“Sementara pada tahap kedua, pagu anggarannya Rp Rp 16.170.000.000. Proyek tersebut dimenangkan PT. QPI dengan harga penawaran Rp 16.112.775.000,” jelasnya.

Terkait hal itu, Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Syamsuddin Baharuddin dikonfirmasi via pesan singkat mengaku belum bisa berikan komentar banyak karena masih di luar daerah.

“Masih di luar daerah, ada giat selama satu pekan,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button