Tangisan Masyarakat saat Eksekusi Lahan KEK Mandalika, Polda NTB Sarankan Menggugat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Eksekusi lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok menimbulkan tangisan masyarakat, bahkan seorang anak perempuan di bawa lima tahun histeris.

Mereka meminta PT ITDC menuntaskan pembayaran lahan yang diklaimnya guna mensukseskan pembangunan proyek sirkuit MotoGP.

Salah seorang perwakilan masyarakat, Zabur mengaku memiliki lahan di kawasan ITDC di tiga titik dilengkapi alashak kuat bentuk sertifikat di terbitkan Menteri Dalam Negeri. Tidak hanya itu, ada juga di lahan inclube yang di terbitkan Gubernur NTB tahun 2018 dan diperjelas surat Sekda NTB dengan jumlah pemilik sebanyak 49 orang dengan luas sekitar 98 hektare.

“Kami tidak sebatas mengklaim lahan di kawasan ITDC tanpa dasar. Artinya, alasan kami kuat karena memiliki sertifikat, untuk itu kami mohon kepada pihak ITDC supaya segera menuntaskan pembayaran lahan milik masyarakat ini,” ungkapnya saat proses eksekusi Jumat 11 September 2020.

Zabur menegaskan, sampai saat ini pemilik lahan belum menemukan kata sepakat dengan pihak ITDC selaku kepercayaan pemerintah pusat.

“Supaya persoalan ini cepat selesai, kami ingin bertemu petinggi ITDC yang bisa memastikan iya dan tidak atau memberikan solusi,” ujarnya.

Zabur juga membeberkan pemilik lahan yang belum dituntaskan pembayaran oleh ITDC diatas SHM yakni atas nama Gemal, Azwardi sebanyak 60 are dan Nahan 2 Sertifikat seluas 127 are , sedangkan atas nama Jinalim itu luas lahan yang sebenarnya sebanyak 60 are tetapi sudah di jual sebanyak 20 are jadi sisinya seluas 40 are.

“Sebenarnya kami mendukung penuh proses pembangunan sirkuit MotoGP tetapi, mari selesaikan dulu persoalan sengketa lahan yang belum tuntas pembayarannya ini,” terang Zabur

Terkait hal itu Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Drs Artanto mendorong masyarakat yang mengklaim di kawasan ITDC supaya mengajukan gugatan secara perdata di pengadilan untuk menyelesaikan perkara sengketa lahan ini.

“Kami mendorong agar masyarakat menggugat ITDC di pengadilan terkait sengketa lahan yang di klaim, karena negara ini adalah negara hukum jadi, saya akan kawal proses tersebut,” pintanya

Artanto mengharapkan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk mensukseskan proyek nasional ini tuntas tepat waktu.

“Mari kita bahu membahu sukseskan pembangunan sirkuit MotoGP karena, saat ini proses pengerjaan sirkuit itu menjadi sorotan internasional,” tutup Kombes Pol Drs Artanto (TN-03)

Related Articles

Back to top button