Ziadi-Aswatara Tawarkan Konsep Pembangunan Kota Terintegrasi, Modern dan Berbudaya

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bakal pasangan calon kepala daerah Ahmad Ziad – Aswatara tawarkan konsep pembangunan modern berbudaya untuk kota Loteng terintegrasi.

Bapaslon yang diusung Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), digadang-gadang menjadi pasangan kuat diperhitungkan lawan.

Terlebih konsep pembangunan modern berbudaya yang digagas pasangan ini sudah mulai menarik perhatian publik.

“Kami akui pembangunan Lombok Tengah sudah bagus, dan saat ini daerah kita sudah mampu menjadi perhatian nasional bahkan internasional, apalagi setelah nanti MotoGP digelar. Namun ke depan Lombok Tengah harus punya inovasi agar mampu mengejar peluang dari potensi yang ada,” ungkapnya Senin 7 September 2020.

Menurutnya, pembangunan Kota Terintegrasi harus bisa diwujudkan di Lombok Tengah. Sebab, lima tahun mendatang bisa dipastikan pembangunan akan semakin masif di daerah dengan ikon KEK Mandalika ini.

Dimana, KEK Mandalika menjadi salah satu magnet wisata andalan. Bukan saja di Lombok tapi juga mengangkat nama Indonesia ke kancah internasional. Sehingga pembangunan Kota Terintegrasi harus dilakukan agar kemampuan Lombok Tengah bisa mengimbangi kunjungan masyarakat dunia ke daerah ini.

“Fasilitas dan pelayanan sebuah Kota Terintegrasi juga akan langsung dinikmati masyarakat kita, sementara di lain sisi ini juga membranding daerah kita sebagai destinasi wisata dunia yang memang ramah wisatawan dan menyediakan kenyamanan,” sapaan AHZ ini

Menurutnya, Lombok Tengah harus menjadi Smart City atau Kota Cerdas di masa mendatang. Prinsip kota yang cerdas dianalogikan seperti otak manusia yang memiliki tiga kecerdasan. Pertama, pengumpulan data yaitu saat manusia dapat mengumpulkan dan menghimpun seluruh data yang ada di sekeliling untuk menjadi satu kesatuan dan mengakuisisinya.

Pasangan ini akan mengupayakan pemerintahan berbasis data. Sistem satu data akan memudahkan pelayanan di sektor kesehatan, pendidikan, dan juga ekonomi kerakyatan, serta iklim investasi.

Kedua, lanjutnya, adalah information processing. Tahapan ini yaitu ketika data dan informasi telah dikumpulkan maka kemudian akan diproses untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi. Dan yang ketiga yaitu decision making. Yakni, ketika manusia mengambil keputusan berdasarkan informasi yang telah diseleksi tersebut.

“Jadi data tersebut diringkas, dengan satu data. Sehingga kita bisa melihat profil Lombok Tengah dalam satu data. Ini akan mudah memetakan masalah yang ada dan membangun solusinya,” ujar Ziadi.

AHZ menambahkan, untuk dapat mewujudkan konsep Kota Cerdas Terintegrasi tersebut, dibutuhkan pendekatan triple helix yang menggabungkan kekuatan antara pemerintah, akademisi, dan industri.

Menurut dia, pasangan Ziadi-Aswatara akan berupaya maksimal mewujudkan gagasan ini dengan melibatkan para akademisi dan juga sektor industri.

“Kami akan intens berkomunikasi dengan para pihak untuk pembangunan Kota Terintegrasi ini. Konsep pembangunan kolaboratif menjadi salah satu faktor keberhasilan pembangunan termasuk di Lombok Tengah yang kita cintai ini,” tukasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button