Sembunyikan Sabu di Lubang Dubur, AK Diringkus Polisi di Bandara Lombok

Mataram, Talikanews.com – Tim Tambora Ditresnarkoba Polda Nusa Tenggara Barat ringkus AK (47) Laki-laki, asal Riau saat membawa Sabu seberat 200 gram yang disembunyikan dalam Dubur saat di Bandara Internasional Lombok, pada hari Minggu, 02 Agustus 2020 pukul 14.35 Wita.

Barang bukti yang dikemas dalam 4 buah plastik besar yang di duga Narkoba jenis sabu bruto 200 gram, kini sudah di amankan ke Polda NTB.

“AK ini asal Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Senin 3 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, AK ditangkap dengan barang bukti 4 buah plastik besar yang di duga Narkoba jenis sabu bruto 200 gram. Kemudian, uang tunai sejumlah Rp 1.250.000, 1 Unit tas warna coklat, 2 buah KTP, 1 lembar boardingpass, 1 buah ATM BNI, 1 buah ATM BRI, 2 buah handphone, 1 buah handphone androi, 1 buah Dompet berwarna coklat, 1 buah tempat kacamata dan koper warna hitam.

Artanto menuturkan kronologis penangkapan, pada hari Minggu tanggal 02 Agustus 2020 sekitar pukul 14.35 Wita bertempat di Bandara Internasional Lombok berhasil menangkap AK, berdasarkan Informasi dari masyarakat.

Kemudian personel gabungan Tim Anjani bersama Tim Tambora yang dipimpin Kanit I Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB, AKP I Made Yogi Purusa Utama, melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap seorang penumpang pesawat jurusan Jakarta-Lombok Praya.

Setelah itu, di laksanakan penggeledahan dan ditemukan 4 bungkus plastik besar yang di simpan di dalam lubang dubur diduga barang tersebut Narkoba jenis Shabu.

AK langsung dibaws ke Rumah Sakit Bhayangkara dan tiba pukul 16.15 Wita untuk di periksa organ dalam ( Rontgen ). Oleh tenaga medis, ditemukan barang bukti Narkotika jenis sabu kemudian tersangka di bawa ke kantor Ditresnarkoba Polda NTB untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

“Terhadap tersangka, penyidik menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” kata dia.

Tidak hanya itu, terduga dikenakan pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun. (TN-red)

Related Articles

Back to top button