Sosial

Organisasi Sosial Kemasyarakatan Partner ASN NTB Ini Salurkan 700 Paket Sembako Non JPS

Mataram, Talikanews.com – Salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi partner setia para ASN di Nusa Tenggara Barat salurkan 700 paket bantuan sosial sembako Non JPS kepada sejumlah kelompok masyarakat.

Adapun penerima itu yakni, penjaga malam, tukang kebun dan petugas kebersihan pada kantor- kantor pemerintah. Juga menyasar kelompok masyarakat kurang mampu dan para Lansia di desa-desa dan daerah binaan Dharma Wanita persatuan Provinsi NTB.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB, Hj. Lale Priyatni Gita Ariadi menyampaikan, isi paket bantuan tersebut tak jauh beda dengan JPS Gemilang.

Dia menjelaskan, paket bantuan sosial non JPS dari Dharma Wanita ini berisi telur ayam 10 butir, minyak kelapa 2 liter, ikan asin, sabun dan beras 5kg. “Semuanya merupakan produk dari usaha masyarakat, yaitu IKM dan UKM kita,” ungkap Lale Prayatni didampingi pengurus DWP Provinsi NTB, di Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram, Sabtu 4 Juli 2020.

Istri Sekda NTB ini berharap, bantuan sosial yang yang disalurkannya itu, bisa meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok. “Tetap syukuri apapun bentuk kenikmatan yang berikan Allah walaupun itu hanya sedikit,” kata dia.

Lale Prayatni menghimbau kepada warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak serta tetap mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi saat ini. “Meskipun ini sulit untuk dijalani, tetapi mari kita terus berikhtiar dan berdoa semoga kita semua tetap diberikan kesehatan,” ajaknya

Baca juga :  Gubernur NTB Minta Media Sosial Harus Sehat Dari Hoax

Untuk diketahui, 700 Paket bantuan itu disalurkan ke masyarakat kurang mampu, petugas kebersihan, tukang kebun, dan penjaga malam pada seluruh OPD Provinsi NTB. Kemudian kepada masyarakat di bawah DWP Lombok Barat, Para petugas Islamic Center dan warga Daerah Binaan DWP yaitu di daerah Sayang-Sayang, Tanjung Karang, Karang Genteng, serta sejumlah masyarakat kurang mampu di Desa Puyung, Lombok Tengah.

Munculnya pemikiran Lale Prayatni untuk menyalurkan bantuan itu melihat dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap sektor kesehatan dan pembatasan aktivitas sosial ekonomi masyarakat sejak Maret lalu, tak hanya mengakibatkan terpuruknya pertumbuhan ekonomi di NTB. Tetapi juga menurunkan drastis pendapatan dan kemampuan daya beli masyarakat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok (bapok).

Meminimalisir dampak tersebut Pemerintah Provinsi NTB-pun tak berpangku tangan. Beragam kebijakan untuk meringankan beban hidup masyarakat, juga stimulus ekonomi diluncurkan pemerintah daerah.
Salah satunya adalah bantuan paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang isinya serba produk masyarakat NTB.

Dalam hal penyediaan beragam kebutuhan tersebut, pemerintah daerah mewajibkan pengunaan produk produk dari IKM/UKM lokal. Sehingga program ini, selain mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus dapat memutar perekonomian rakyat dan menghidupkan aktivitas produksi. Tak hanya pada masa pandemi ini saja, tetapi pasca Covid 19 nantinya, seluruh IKM/UKM lokal diharapkan mampu mandiri dan bersaing pada pasar yang lebih luas. (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close