Hukum & Kriminal

Jaga Martabat Seorang Ibu, Perwira Polisi di Loteng Pertaruhkan Jabatan dengan Tolak Laporan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Perwira Polisi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Loteng yakni AKP Priyo Suhartono, rela pertaruhkan jabatan demi menjaga harkat dan martabat Ibu Kalsum yang akan dilaporkan anak kandungnya sendiri yakni M (42).

Sikap dan ketegasan Priyo Suhartono ini menuai pujian dan dukungan dari berbagai pihak.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono, mengaku menolak laporan anak yang ingin melaporkan ibu kandungnya sendiri lantaran permasalahan harta warisan dan sepeda motor, namun ditolaknya pada Sabtu 27 Juni 2020.

“Laporannya kami tolak, karena yang dilaporkan ibu kandung sendiri, mengingat kondisi sang ibu sudah tua,” ujar Priyo.

Dia menjelaskan, M asal Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya ini, tidak hanya ingin melaporkan ibu kandungnya, namun ingin melaporkan pamannya (saudara kandung ibunya) atas tuduhan dugaan penggelapan sepeda motor.

“Kami sempat debat pada saat menerima laporan dari pelapor, namun pelapor ngotot agar laporannya diterima, kami tegas tolak atas dasar hati nurani,” kata Priyo.

Atas tindakannya tersebut Polres Lombok Tengah menuai banyak dukungan dan pujian, salah satunya dari Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Batukliang Agus Kusuma Hadi.

Pihaknya sangat mengapresiasi sikap dari Polres Lombok Tengah (Kasat Reskrim) yang menolak atau mengabaikan laporan dari seorang warga yang ingin melaporkan ibu kandungnya.

“Itu merupakan langkah yang sangat mulia dari Kepolisian, dan pantas mendapat rewared dari pimpinan Polri,” ujar Agus.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua DPC Pemuda Pancasila Lombok Tengah M Samsul Qomar, ia menegaskan Viral nya video kasat Reskrim Polres Lombok Tengah terkait kasus seseorang yang ingin melaporkan ibu kandungnya, sikapnya untuk menolak laporan tersebut merupakan kejadian yang langka, bahkan sampai mempertaruhkan jabatannya.

“Sikap kasat Reskrim Polres Lombok Tengah sekali lagi patut kita contohi, tidak semua laporan ditelan mentah-mentah,” kata Qomar.

Memang harus ada kata hati dari kasus seperti ini, yang namanya ibu kandung jasanya tidak bisa dibalas dengan apapun.

“Karena itu kami dukung sikap Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah pak Priyo yang telah mengedepankan hati nurani pada kasus tersebut,” tambah Qomar.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusra, Aziz Muslim menegaskan, penolakan laporan itu tentu berat bagi Polisi karena pertaruhkan jabatan, namun ia melihat ada sisi  bijak dan nilai kemanusiaan dilakukan Kasat Reskrim.

“Kami apresiasi tindakan yang diambil oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, Dalam hal ini dengan bijaksana beliau menolak laporan anak durhaka kepada ibu kandungnya,” kata Aziz usai menyerahkan penghargaan, Senin (29/6).

Sapaan Bagong ini menambahkan, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya. Namun tidak juga tidak bisa melepas norma-norma dan termasuk hati nurani, terlebih dalam kasus tersebut bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Masyarkat yang memiliki kejadian serupa,  kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close