Hukum & Kriminal

Pansus Penggunaan Dana Covid-19 di Lombok Tengah Telusuri hingga Kejaksaan

Lombok Tengah Talikanews.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) penggunaan dana Covid-19 di Lombok Tengah, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Praya guna silaturahmi sekaligus mempertanyakan aliran penggunaan dana penanganan covid-19 oleh pemerintah daerah.

Wakil Ketua Pansus Lege Warman menyampaikan, Pansus ini hadir bentuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Karena, banyak isu-isu yang berkembang di luar yang mempertanyakan besaran anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19 di Loteng.

“Pansus ini terbentuk sebagai salah satu pengawasan kegiatan Pemda. Dimana, selama ini cukup dominan sekali laporan yang di tuntut oleh masyarakat yakni transparansi penggunaan dana Covid-19,” ungkapnya, Senin 29 Juni 2020.

Politisi PBB di DPRD Loteng itu menegaskan pansus ini di bentuk untuk mencegah agar persoalan dalam hal penggunaan dan penganggaran dana Covid-19 dapat di sampaikan kepada masyarakat oleh Pemda sesuai dengan yang diharapkan.

“Kami datang kekantor Kejari Praya untuk konsultasi supaya tugas dan fungsi yang kami jalankan menyikapi beberapa isu yang berkembang tidak keluar dari rel khususnya menyangkut transparansi anggaran, ada anggaran yang bersumber dari APBD Loteng dimana Polres dan Kodim mendapatkan anggaran tersebut, apakah Kejari juga menerima dana tersebut,” kata dia.

Seusai dari Kejari Praya, tim Pansus DPRD Loteng memanggil Kadiskop Loteng dan pihak ketiga yang mengadakan Masker

“Kita langsung panggil Dinas Koprasi dan UMKM juga pihak ketiga yang dapat sub kontrak dari PT. Baskara Artha Mulia Sidoarjo untuk meminta keteranganya,” ujarnya.

Lege menuturkan pengakuan pihak Dinas bahwa, ada pendampingan dari kejaksaan dan APH lainnya. Begitu halnya dengan pengakuan Dinas menyebut ada inisial M dan M selaku penyedia masker.

Penyedia M sempat ditolak maker itu lantaran tidak memenuhi spek menggunakan satu lapis kain sebanyak 150.000 pcs sedangkan M sebanyak 60.0000 pcs

“Menurut pengakuannya M ini mendapatkan kuota 225.000 ribu masker seharga Rp 4.200 dan M diberikan kuota 500.000 ribu masker harga Rp 4.800 per pcs yang mana masker itu di datangkan sebagian dari selagek dan sebagiannya lagi dari konveksi binaannya,” tutup Lege.

Terkait kedatangan pansus itu, Kasi Intel Kejari Loteng Catur Hidayat Putra dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan.

“Kalau persoalan Pansus, silahkan diwawancara Bu Kajari aja meton,” tutupnya (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close