Sosial

Dampak Pandemi Covid-19, NTB Diprediksi Terjadi Lonjakan Kelahiran

Mataram, Talikanews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan tahun kedepan, akan terjadi lonjakan kelahiran penduduk (babyboom).

Hal disebabkan data penurunan keikut-sertaan masyarakat sebagai peserta KB aktif dan adanya kecendrungan penghentian penggunaan alat kontrasepsi. Didukung kondisi peningkatan angka kehamilan selama masa pandemi Covid-19.

“Jika tidak dilakukan antisipasi sejak dini, maka akan terjadi ledakan angka kelahiran bayi dalam jumlah besar, ini bukan mustahil terjadi,” Kepala BKKBN perwakilan NTB melalui Kabid Advokasi dan Informasi, Drs. Samsul Anam.

Dia mengaku, prediksi itu didasarkan pada pelayanan KB di sejumlah fasilitas layanan kesehatan cenderung berkurang. “Mungkin karena faskes lebih terfokus pada penanganan pandemi Covid-19,” kata dia.

Anam menjelaskan, jumlah peserta KB baru di masa pandemi covid-19 mengalami penurunan, baik secara absolut maupun prosentase dibandingkan dengan capaian di masa sebelumnya.

Jika sebelum pandemi, capaian peserta KB baru MKJP sebanyak 2.616 akseptor atau 6,99 persen, maka di masa pandemi Covid-19 ini, turun menjadi 1.776 akseptor atau 4.74 persen.

Sementara prosentase peserta KB aktif di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB mengalami peningkatan, yaitu dari 72,40 persen pada bulan Februari menjadi 72,98 persen di bulan April 2020.

Tetapi Jumlah peserta KB aktif MKJP selama masa covid-19 di Provinsi NTB baik secara jumlah maupun prosentase mengalami penurunan secara signifikan.

Begitu halnya jumlah unmetneed di masa pandemic Covid-19 di Provinsi NTB dari hasil laporan statistik rutin pengendalian lapangan mengalami penurunan.

Samsul Anam menambahkan, di awal mewabahnya pandemi covid-19, jumlah PUS (pasangan usia subur) hamil memang mengalami peningkatan. Selain itu, tingkat putus peserta KB di NTB di masa pandemi covid-19 mengalami peningkatan.

“Secara umum, jumlah peserta KB istirahat/drop out sebelum dan di masa pandemi secara terus menerus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat rapat kerja daerah BKKBN NTB beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Posyandu keluarga melakukan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya.

Kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk memfilter masalah kependudukan, kesehatan, keluarga berencana dan masalah sosial lainnya yang dialami masyarakat.

Rohmi menyebut Posyandu keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

“Posyandu keluarga, tak hanya menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak saja. Tetapi juga menjadi wahana menyelesaikan berbagai permasalahan sosial lainnya. Seperti masalah kebersihan, penanganan lingkungan, pelayanan remaja, narkoba, buruh migran, pernikahan dini, lansia, gizi, lansia dan persoalan sosial ekonomi lainnya,” pungkas Rohmi. (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close