Satu Pekan Terakhir, NTB Diguncang Gempabumi 259 Kali

Mataram, Talikanews.com – Sejak tanggal 12 sampai 19 Juni 2020, Nusa Tenggara Barat diguncang gempabumi sebanyak 259 kala. Terakhir tanggal 19 Juni 2020 terjadi gempa berkekuatan Mag:3.1 SR, pukul 08:24:27 WIB, Lokasi 8.54 LS, 116.03 BT, 19 km BaratLaut Lombok Barat – NTB, kedalaman 12 Km dirasakan di Mataram dan Lombok Utara III MMI.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram , Ardhianto Septiadhi, menyampaikan, seismisitas di wilayah NTB dan sekitarnya yang tercatat dan teranalisa oleh Stasiun Geofisika Mataram pada Periode 12 – 19 Juni 2020 telah terjadi gempabumi sebanyak 259 kejadian yang didominasi oleh kejadian dengan Magnitudo < 3.0 dan kedalaman dangkal < 60 Km.
“Dari 259 kejadian tersebut terdapat 5 gempabumi yang dirasakan di Nusa Tenggara Barat,” ungkapnya Jumat 19 Juni 2020.
Dia menjelaskan, kejadian gempabumi terasa yang dirasakan di Nusa Tenggara Barat sebanyak 5 kejadian. Gempabumi dengan M>5 terdapat 1 kejadian pada 13 Juni 2020 dengan magnitudo 5.4, gempa tersebut dirasakan di Sumbawa III-IV MMI, Bima dan Dompu III MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram II MMI.
“Gempabumi yang dirasakan di Wilayah Nusa Tenggara Barat tersebut merupakan gempabumi dangkal dengan kedalaman <60 Km,” kata dia.
Analisa gempabumi di wilayah NTB dan sekitarnya Periode 12 – 19 Juni 2020 dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu gempabumi berdasarkan magnitudo, frekuensi kejadian dan kedalaman tiap kejadian gempabumi.
Berdasarkan Grafik Frekuensi Kejadian Gempabumi pada Minggu Ketiga Periode 12 – 19 Juni 2020 terlihat kejadian gempabumi terbanyak pada tanggal 13 Juni 2020 sejumlah 73 kejadian. Kemudian berdasarkan besar magnitudonya gempa dengan M < 3 sebanyak 203 kejadian, gempa dengan 3 ≤ M ≤ 5 sebanyak 55 kejadian dan terdapat 1 kejadian gempabumi dengan M>5.
“Berdasarkan kedalaman gempabumi gempabumi dengan kedalaman < 60 km sebanyak 241 kejadian, gempabumi dengan 60 km ≤ D ≤ 300 km sebanyak 17 gempabumi dan terdapat 1 kejadian gempabumi dengan kedalaman > 300 Km,” tuturnya.
Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website ( http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda, pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. (TN-red)





