Sosial

Periode Musim Kemarau di NTB Sudah di Mulai, Ini Imbauan BMKG

Mataram, Talikanews.com – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menyampaikan informasi iklim dasarian di Provinsi Nusa Tenggara per tanggal 31 Mei 2020.

BMKG menjelaskan anomali hujan di awal musim kemarau sesuai kondisi terkini sehingga dihimbau kepada nasyarakat agar tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem bersifal lokal yang dapat terjadi serta diharapkan juga agar masyarakat bisa lebih bijak menggunakan air bersih seiring dengan sudah mulainya periode musim kemarau di NTB.

Petugas prakiraan cuaca BMKG stasiun klimatologi Lombok Barat, Ni Made Adi Purwaningsih menyampaikan, curah hujan di NTB pada dasarian III Mei umumnya dalam kategori rendah hingga nenengah.

Namun, ada beberapa wilayah dengan curah hujan kategori tinggi, yaitu di sebagian wilayah Kota Mataram , sebagian Kabupaten Lombok Tengah , sebagian wilayah Kabupaten Lombok Timur, sebagian wilayah Kombok Barat bagian Selatan, serta sebagian kecil wilayah Kabupatan Sumbawa.

“Curah Hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kopang, Kabupateng Lombok Tengah sebesar 230 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III Mei 2020 umumnya Atas Normal hampir di seluruh wilayah NTB,” ungkapnya melalui rilis resminya, Minggu 31 Mei 2020.

Dia memaparkan, Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya dalam kategori Masih Terjadi Hujan (0 hari) hingga kategori Sangat Pendek (1- 5 hari) pada tanggal updating. HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Pajo di Kabupaten Dompu dan Pos Hujan Raba di Kota Bima sepanjang 11 hari.

Kalau melihat kondisi dinamika atmosfer, hingga saat ini ENSO dan Dipole Mode masih menunjukkan kondisi Netral. Adanya tekanan rendah di sekitar wilayah NTB menyebabkan gangguan pola angin.

Hal itu membuat Angin timuran menjadi melemah, sehingga wilayah NTB menjadi daerah belokan angin yang mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitar NTB.

Namun, pola angin diperkirakan akan kembali normal memasuki bulan Juni 2020. Sehingga potensi curah hujan di bulan Juni 2020 diprakirakan akan berkurang. “Pergerakan MJO saat ini sedang tidak aktif di Benua Maritim dan diprakirakan akan tetap tidak aktif hingga pertengahan dasarian II Juni 2020,” kata dia.

Dipertegas Made Budi Setyawan mengenai peluang curah hujan dasarian III Mei 2020. Peluang terjadinya hujan pada dasarian I Juni 2020 umumnya rendah.

Curah hujan >20mm per dasarian berpeluang terjadi 70 – 80% hanya di beberapa wilayah NTB seperti sebagian kecil wilayah Lombok Barat bagian Selatan, sebagian kecil wilayah Kabupaten Lombok Timur serta sebagian Kabupaten Sumbawa Barat bagian Barat. Sedangkan curah hujan >50mm per dasarian berpeluang <20% hampir di seluruh wilayah NTB.

Adapun dampaknya yakni masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem bersifal lokal yang dapat terjadi serta diharapkan juga agar masyarakat bisa lebih bijak menggunakan air bersih seiring dengan sudah mulainya periode musim kemarau di NTB.

“Info lebih lanjut mengenai Informasi Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat silahkan menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 081917465601 Website: iklim.ntb.bmkg.go.id,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close